Oposisi El Salvador Siapkan Kandidat Pilpres 2027, Strategi Bitcoin Bukele Jadi Sasaran Kritik

Oposisi El Salvador Siapkan Kandidat Pilpres 2027, Strategi Bitcoin Bukele Jadi Sasaran Kritik

Dua partai oposisi utama di El Salvador telah menetapkan kandidat untuk pemilihan presiden pada Februari 2027. Penetapan ini menjadi tantangan bagi Presiden Nayib Bukele, yang kembali dicalonkan partainya untuk periode ketiga, sekaligus bagi strategi Bitcoin (BTC) yang selama ini melekat pada kepemimpinannya.

Aliansi Republik Nasionalis (ARENA) memilih mantan anggota parlemen Maytee Iraheta sebagai kandidat presiden. Sementara Front Pembebasan Nasional Farabundo Marti (FMLN) menunjuk dokter sekaligus pemimpin serikat buruh, Rafael Aguirre. Keduanya tidak mengikuti pendekatan Bitcoin yang diusung Bukele, dan kampanye mereka secara terbuka mengkritik kebijakan tersebut sebagai kegagalan fiskal.

Di sisi lain, Bukele masih berada dalam posisi kuat. Ia akan menghadapi pemilu dengan tingkat popularitas yang tetap tinggi setelah enam tahun memimpin.

Partai Nuevas Ideas yang dipimpin Bukele telah kembali mencalonkannya bulan ini, dengan Wakil Presiden Felix Ulloa tetap menjadi pendampingnya. Pencalonan untuk periode ketiga ini berlangsung di tengah uji terhadap konstitusi yang disebut sebagai hasil revisi.

Bagi ARENA, pencalonan Iraheta juga mencatatkan sejarah internal partai karena ia dan pasangannya membentuk duet perempuan pertama dalam sejarah ARENA. Namun, tidak ada partai yang menawarkan kebijakan Bitcoin tandingan. Selain itu, oposisi menghadapi keterbatasan kekuatan di parlemen: ARENA hanya memiliki dua kursi di Majelis Legislatif, sedangkan FMLN tidak lagi memiliki kursi sejak 2024. Presiden terpilih nanti akan memerintah hingga 2033.

Kesenjangan kekuatan politik tersebut sejalan dengan tingkat kepuasan publik terhadap Bukele, yang menurut sebuah survei nasional baru-baru ini mencapai lebih dari 94%. Dukungan itu terutama dikaitkan dengan isu kejahatan, bukan kebijakan Bitcoin. Dalam survei lain, hanya 2,2% warga El Salvador yang menyebut Bitcoin sebagai kegagalan terbesar Bukele.

Status hukum Bitcoin di El Salvador juga telah berubah. Setelah perjanjian pinjaman US$1,4 miliar dengan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Februari 2025, pemerintah menghapus kewajiban bagi pelaku usaha untuk menerima Bitcoin. Perubahan ini secara efektif mengembalikan dolar AS sebagai satu-satunya mata uang resmi untuk transaksi sehari-hari.

Meski demikian, Kantor Bitcoin Nasional masih melanjutkan pembelian sekitar satu BTC per hari. Pemerintah juga sempat menambah cadangan emas pada Januari. IMF berulang kali memperingatkan bahwa dorongan terhadap Bitcoin membawa risiko fiskal dan tata kelola, serta menyatakan strategi tersebut belum terbukti meningkatkan inklusi keuangan bagi warga El Salvador yang belum memiliki akses perbankan.

Data dari pelacak Kantor Bitcoin El Salvador mencatat kepemilikan sekitar 7.730 BTC per 27 Juli. Angka ini naik dari sekitar 7.700 BTC sebulan sebelumnya, selaras dengan klaim pembelian satu BTC per hari yang terus berjalan.

Dengan kondisi itu, presiden berikutnya akan mewarisi kebijakan yang sangat bergantung pada pergerakan pasar. Harga Bitcoin saat ini mendekati US$65.300, sementara proyeksi Agustus menunjukkan volatilitas masih berlanjut. Bitcoin juga masih turun sekitar setengah dari rekor tertinggi pada Oktober 2025 yang sempat menembus US$126.000.

Penurunan harga tersebut disebut telah menghapus hampir US$300 juta dari cadangan negara pada awal tahun ini. Sejumlah analis menilai arah pergerakan Bitcoin ke depan lebih dipengaruhi oleh regulasi di Amerika Serikat yang masih tertunda, ketimbang dinamika politik domestik El Salvador.