Milkotester Digital UB Diuji di Koperasi Batu untuk Tingkatkan Transparansi Penentuan Harga Susu

Milkotester Digital UB Diuji di Koperasi Batu untuk Tingkatkan Transparansi Penentuan Harga Susu

Persoalan penentuan harga susu yang kerap dikeluhkan peternak di Kota Batu mulai mendapat solusi melalui penggunaan alat uji kualitas susu berbasis digital. Tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan Milkotester digital di Koperasi Margo Makmur Mandiri (KM3), Dusun Brau, Desa Gunungsari.

Program yang melibatkan mahasiswa lintas disiplin—Peternakan, Teknologi Agroindustri dan Biosistem, serta Ilmu Administrasi—berjalan sejak 27 Juni 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 16 Agustus 2026.

Selama ini, harga jual susu peternak ditentukan berdasarkan pengukuran berat jenis menggunakan laktometer kaca manual. Jika angka berat jenis melampaui 25, peternak berhak memperoleh harga tertinggi hingga Rp8.100 per liter. Namun, metode manual dinilai membuka peluang bias pembacaan yang dapat berpengaruh langsung terhadap pendapatan harian peternak.

Dr.nat.techn. Elok Waziiroh, STP., MSi dari FTAB UB menyebut ketidakakuratan alat lama sempat memicu keresahan. “Ketidakpastian hasil ukur manual tersebut pada akhirnya memicu riak keraguan di kalangan peternak mengenai keadilan harga jual susu yang mereka peroleh,” ujarnya.

Melalui Milkotester digital, pengujian dilakukan secara otomatis untuk membaca berat jenis, kadar lemak, dan protein. Kehadiran alat ini diharapkan membuat penilaian kualitas susu lebih objektif sehingga peternak mendapatkan kepastian pendapatan yang lebih terukur.

Koordinator Lapangan KM3, Ali, menyatakan penggunaan Milkotester digital membantu operasional koperasi. “Kehadiran alat Milkotester ini memberikan efisiensi yang sangat luar biasa bagi operasional kami. Proses pengujian kini berjalan serba otomatis dan meminimalkan faktor human error dalam pembacaan skala,” katanya.

Selain meningkatkan efisiensi teknis, program ini juga diharapkan dapat memulihkan dan menjaga kepercayaan peternak terhadap sistem pengelolaan koperasi secara berkelanjutan.