Mia Cup 2 di BnR Semarang Hadirkan 18 Kelas, Panitia Tekankan Penilaian Transparan

Mia Cup 2 di BnR Semarang Hadirkan 18 Kelas, Panitia Tekankan Penilaian Transparan

Semarang—Gantangan Markas BnR Semarang di Jalan Blancir, Plamongan, ramai oleh ratusan kicaumania pada Minggu (2/8/2026) dalam gelaran Mia Cup 2. Peserta datang dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, di antaranya Salatiga, Kendal, Demak, hingga Purwodadi.

Ajang tahunan yang digelar BnR Semarang ini mempertandingkan 18 kelas lomba, meliputi kategori Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, dan Cendet. Kompetisi dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, dengan suasana arena yang terus dipenuhi sorak dan antusiasme peserta.

Koordinator Lapangan Mia Cup 2, Rico, menegaskan panitia menempatkan integritas penilaian sebagai perhatian utama. Ia mengatakan tim juri yang ditugaskan merupakan pilihan dari BnR dan bekerja secara independen dengan prinsip tegas, jujur, dan transparan.

Rico juga menyampaikan peringatan kepada juri agar tidak melakukan pelanggaran dalam penentuan bendera koncer. Ia menyatakan pengawasan dilakukan langsung selama perlombaan berlangsung dan menegaskan tidak ada toleransi bagi juri yang dinilai tidak objektif atau mencederai sportivitas.

Ketua BnR Semarang, Sukma Titut, menyebut kelancaran Mia Cup 2 turut ditopang kerja sama pengelola gantangan dengan mitra. Ia menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang mendukung pelaksanaan acara, di antaranya Tingkam Motor, Terang Motor ’92, Hotel Kensare, Vindy Trohy, serta produsen pakan burung MJPS Nusantara.

Menurut Sukma, dukungan sponsor dan kepercayaan peserta menjadi amanah yang akan dijaga dalam kegiatan berikutnya. Dengan sokongan berbagai pihak, rangkaian lomba di 18 kelas disebut berjalan tertib, aman, dan meriah, sekaligus menunjukkan solidnya ekosistem kicaumania di Semarang dan sekitarnya.

Mia, yang namanya digunakan sebagai titel lomba, mengaku terharu dan bangga melihat antusiasme peserta. Ia menyebut penamaan “Mia Cup” ditetapkan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan loyalitasnya terhadap perkembangan gantangan BnR Semarang.

Mia juga mengatakan pemesanan tiket untuk gelaran kedua ini sudah tinggi sejak jauh hari. Ia menyebut seminggu sebelum pelaksanaan, pesanan tiket mengalir deras dan beberapa kelas utama sudah terjual habis atau penuh. Ia menyampaikan terima kasih kepada manajemen BnR Semarang dan kicaumania dari berbagai kota, serta menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan BnR dan komunitas kicaumania.

Salah satu persaingan paling ketat terjadi pada kelas utama Murai Batu Tantangan. Sejumlah burung disebut saling menunjukkan materi isian dengan volume dan durasi kerja yang kuat.

Dalam kelas tersebut, Samurai, murai batu milik Adi Kartika dari tim Bandar Laptop Semarang, tampil dominan dan meraih juara pertama. Adi mengatakan puas dengan performa Samurai yang dinilainya stabil sejak awal hingga akhir penilaian, serta menyebut kemenangan ini menjadi bekal untuk mengikuti event bergengsi berikutnya.