Memahami Kebijakan Moneter: Definisi, Tujuan, Jenis, dan Instrumen Utamanya

Memahami Kebijakan Moneter: Definisi, Tujuan, Jenis, dan Instrumen Utamanya

Kebijakan moneter merupakan salah satu istilah yang kerap muncul dalam pemberitaan ekonomi, terutama ketika membahas isu-isu ekonomi makro. Kebijakan ini pada dasarnya adalah langkah yang diambil bank sentral untuk menjaga stabilitas perekonomian melalui pengendalian jumlah uang beredar dan pengaturan suku bunga.

Definisi kebijakan moneter

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang diambil oleh bank sentral untuk memelihara dan menstabilkan mata uang agar perekonomian tidak mengalami penurunan. Dalam praktiknya, kebijakan moneter dilakukan dengan tindakan pengendalian jumlah uang yang beredar di masyarakat serta penetapan suku bunga.

Langkah-langkah ini dijalankan untuk mengubah penawaran uang atau suku bunga dengan tujuan memengaruhi pengeluaran dalam perekonomian.

Tujuan kebijakan moneter

Tujuan kebijakan moneter, sebagaimana dikutip dari Bank Indonesia (BI), adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini tercantum dalam UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang telah diubah melalui UU Nomor 3 Tahun 2004 dan UU Nomor 6 Tahun 2009 pada Pasal 7.

Kestabilan nilai rupiah memiliki dua dimensi:

  • Kestabilan terhadap harga barang dan jasa, yang tercermin dari perkembangan laju inflasi.
  • Kestabilan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Indonesia menganut sistem nilai tukar mengambang (free floating), namun kestabilan nilai tukar dinilai penting untuk mendukung stabilitas harga dan sistem keuangan.

Selain itu, tujuan kebijakan moneter juga kerap dikaitkan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan melalui penguatan perekonomian, meminimalkan pengangguran, serta menjaga stabilitas ekonomi. Tujuan ini disebut bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perekonomian suatu negara.

Rincian sasaran kebijakan moneter

Sejumlah sasaran yang sering dikaitkan dengan kebijakan moneter meliputi:

  • Stabilitas ekonomi, yakni pertumbuhan ekonomi yang terkendali dan berkelanjutan, dengan arus barang/jasa dan arus uang berjalan seimbang.
  • Kesempatan kerja, karena peningkatan produksi umumnya diikuti peningkatan kebutuhan tenaga kerja.
  • Kestabilan harga, yaitu kondisi ketika harga barang relatif stabil dari waktu ke waktu sehingga daya beli uang terjaga.
  • Neraca pembayaran internasional, yang dikatakan seimbang bila nilai ekspor setara dengan nilai impor. Dalam konteks ini, kebijakan moneter dapat digunakan, misalnya melalui devaluasi.
  • Menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, termasuk menjaga stabilitas harga terkait jumlah uang beredar, meningkatkan kesempatan kerja, serta memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

Jenis-jenis kebijakan moneter

Dalam mengelola peredaran uang, terdapat dua jenis kebijakan moneter yang umum digunakan:

  • Kebijakan moneter ekspansif, yaitu kebijakan untuk meningkatkan peredaran uang di masyarakat agar roda perekonomian bergerak lebih cepat. Bentuknya antara lain peningkatan pembelian sekuritas pemerintah oleh bank sentral, penurunan suku bunga, serta penurunan persyaratan cadangan bank. Dampaknya dapat mendorong kegiatan bisnis, meningkatkan daya beli, dan menurunkan pengangguran.
  • Kebijakan moneter kontraktif, yaitu kebijakan untuk mengurangi jumlah uang beredar, biasanya saat inflasi meningkat. Langkahnya dapat berupa penjualan obligasi pemerintah, peningkatan suku bunga bank, serta peningkatan persyaratan cadangan untuk bank.

Instrumen kebijakan moneter

Instrumen kebijakan moneter digunakan untuk mengatur tingkat pertumbuhan dan peredaran uang dalam suatu negara. Variabel makroekonomi yang kerap menjadi perhatian antara lain inflasi dan pengangguran. Beberapa instrumen utama yang disebutkan meliputi:

  • Fasilitas diskonto (discount rate): tingkat bunga yang ditetapkan untuk bank umum yang meminjam dana ke bank sentral. Penurunan tingkat diskonto dapat mendorong bank meminjam lebih banyak sehingga uang beredar meningkat, sedangkan kenaikan tingkat diskonto dapat menekan pertumbuhan uang beredar.
  • Operasi pasar terbuka (OPT): instrumen tidak langsung yang dilakukan dengan menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah untuk mengendalikan jumlah uang beredar.
  • Rasio cadangan wajib: penetapan jumlah minimum dana yang wajib disimpan bank. Penurunan cadangan wajib membuat bank memiliki lebih banyak dana untuk disalurkan, sementara kenaikan cadangan wajib membatasi kemampuan bank menyalurkan dana sehingga uang beredar dapat ditekan.

Secara umum, kebijakan moneter merupakan kebijakan penting dalam stabilisasi ekonomi makro, yang dijalankan melalui berbagai instrumen untuk menjaga kestabilan nilai rupiah dan mendukung keseimbangan perekonomian.