Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (DPD LP2KP) Kabupaten Cirebon, M. Yon Sholi Rahmat, mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Ranggajati untuk anggaran tahun 2026 yang disebut bernilai Rp 830.940.000.
Yon, yang akrab disapa Bang Yon, menyoroti dugaan tidak adanya papan informasi kegiatan di lokasi pekerjaan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat publik tidak mengetahui sumber dana, nilai anggaran, maupun pihak pelaksana proyek.
“Ketiadaan papan informasi proyek itu, yang pasti mengurangi keterbukaan informasi kepada masyarakat. Padahal, papan informasi merupakan salah satu sarana agar publik mengetahui identitas pekerjaan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, serta jangka waktu pelaksanaan,” ujar Yon saat ditemui di lokasi kegiatan, baru-baru ini.
Selain aspek keterbukaan informasi, Yon juga menyinggung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ia menyebut, di lokasi proyek sejumlah pekerja diduga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Ia juga mempertanyakan tidak adanya bedeng atau fasilitas penunjang bagi pekerja selama proyek berjalan.
“Kami meminta agar pelaksanaan proyek dilakukan secara transparan dan tetap mengedepankan keselamatan kerja sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yon.
Yon menilai, proyek yang berada di lokasi padat pengunjung dan berada di pusat kota semestinya dapat menjadi contoh dalam penerapan keterbukaan informasi publik. Namun, ia menduga hal itu justru tidak dilakukan.
“Sepanjang pantauan saya, mayoritas kebiasaan kurang baik seperti ini (proyek diduga tanpa papan nama—red), seolah sudah dinormalisasi. Padahal apa yang harus ditakutkan jika proyek dilaksanakan sesuai dengan standar kwalitas maupun kwantitas,” ujarnya.
Saat dimintai tanggapan terkait kritik tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Jois Putra, S.E., M.A.P., serta Kepala Bidang Olahraga Sukawi yang membidangi proyek revitalisasi Stadion Ranggajati, tidak memberikan jawaban ketika dikonfirmasi di kantor pada Senin (04/08).
Menurut keterangan petugas resepsionis bernama Angga, Kadispora disebut sedang mengikuti rapat melalui Zoom sejak pagi. Sementara Sukawi, menurut staf di ruang kerjanya, sedang rapat dan pihak peliput dipersilakan menunggu.
Namun, Sukawi disebut tidak menemui pihak yang melakukan konfirmasi. Angga menyampaikan bahwa Sukawi memiliki keperluan mendesak dan meninggalkan kantor.
“Maaf, Pak Kabid diundang Pak Kadishub, jadi buru-buru meninggalkan kantor tidak bisa menemui,” kata Angga.