KuCoin meluncurkan laporan $2B Trust Project Annual Review yang menandai satu tahun sejak inisiatif tersebut diperkenalkan pada April 2025. Dalam publikasi itu, platform kripto global tersebut memaparkan langkah-langkah yang diklaim telah ditempuh untuk memperkuat kepercayaan jangka panjang melalui peningkatan keamanan, kepatuhan regulasi, transparansi, perlindungan pengguna, serta daya tahan operasional di tingkat global.
KuCoin menyebut Trust Project sebagai inisiatif jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur, pengendalian, dan akuntabilitas, seiring fase berikutnya pemanfaatan aset kripto. Perusahaan juga menyatakan penggunaan teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk meningkatkan pemantauan risiko, efisiensi operasional, dan ketahanan platform.
Dalam setahun terakhir, kemajuan Trust Project dilaporkan mengacu pada lima pilar utama, yakni Infrastruktur Keamanan, Kepatuhan Regulasi dan Tata Kelola, Transparansi yang dapat Diverifikasi, Perlindungan Pengguna, serta Infrastruktur Global dan Daya Tahan Operasional. KuCoin menyatakan kelima pilar itu membentuk kerangka kepercayaan terintegrasi yang menghubungkan aspek keamanan dan tata kelola dengan transparansi, perlindungan pengguna, serta ketahanan operasional jangka panjang.
Salah satu capaian yang disoroti adalah perolehan sertifikasi SOC 2 Type II, ISO/IEC 27001:2022, ISO/IEC 27701:2019, dan CCSS. KuCoin menyatakan dengan capaian tersebut mereka menjadi bursa kripto berskala besar pertama yang mengantongi keempat sertifikasi keamanan dan privasi tersebut.
Dari sisi regulasi, KuCoin melaporkan penguatan posisi di sejumlah pasar global, termasuk memperoleh izin usaha Jasa Penukaran Mata Uang Digital dari AUSTRAC di Australia serta lisensi MiCAR di Austria untuk KuCoin EU.
KuCoin juga menyampaikan peningkatan perlindungan aset berstandar institusi melalui mekanisme Off-Exchange Settlement, yang disebut memungkinkan klien institusi mengakses layanan kustodian berkualifikasi dan sistem perlindungan yang lebih kuat.
Dalam aspek transparansi, KuCoin menyebut mendapat pengakuan dari CryptoQuant sebagai “PoR Transparency Leader”. Pengakuan tersebut, menurut perusahaan, didukung oleh lebih dari 42 laporan bulanan Proof of Reserves, mekanisme verifikasi tingkat pengguna, serta validasi berkelanjutan dari pihak ketiga.
KuCoin turut memaparkan pengembangan teknis yang dilakukan dalam kerangka Trust Project, termasuk penerapan kontrol akses zero-trust, perlindungan data berbasis privasi, manajemen kunci keamanan tinggi, pemantauan SLA secara seketika, perencanaan kapasitas, prosedur operasional yang telah teruji, operasi keamanan yang didukung AI, pemantauan dan analisis risiko berbasis AI, hingga kemampuan “Spot v3 raft replay” untuk memperkuat auditabilitas dan investigasi forensik. Perusahaan menilai pengembangan tersebut dapat memperkuat daya tahan infrastruktur, meningkatkan efisiensi deteksi serta respons risiko, sekaligus memperkuat perlindungan pengguna.
CEO KuCoin, BC Wong, menyatakan bahwa pada fase perkembangan industri kripto berikutnya, kepercayaan akan menjadi faktor penentu kemampuan platform untuk berkembang. “Trust Project senilai US$2 miliar mencerminkan keyakinan kami bahwa keamanan, kepatuhan regulasi, dan transparansi harus menjadi infrastruktur inti, bukan sekadar pelengkap,” kata Wong. Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi seperti AI ditujukan untuk mendorong peningkatan sistemik dalam manajemen risiko, daya tahan, dan transparansi, namun kepercayaan juga perlu didukung standar yang jelas, akuntabilitas yang kuat, dan inovasi yang bertanggung jawab.
KuCoin menyatakan laporan tahunan tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam membangun platform yang lebih aman, transparan, dan tangguh bagi pengguna, institusi, dan mitra di berbagai negara, sekaligus berkontribusi meningkatkan standar kepercayaan di industri kripto.
KuCoin didirikan pada 2017 dan menyebut telah digunakan oleh lebih dari 40 juta pengguna di lebih dari 200 negara dan wilayah. Perusahaan menyatakan menyediakan akses ke lebih dari 1.500 aset digital melalui berbagai produk serta menekankan komitmen pada infrastruktur aset digital yang transparan, mematuhi regulasi, dan berorientasi pada pengguna.