Jeine Sekeon Terpilih sebagai Hukum Tua Paslaten, Ungguli Para Petahana

Jeine Sekeon Terpilih sebagai Hukum Tua Paslaten, Ungguli Para Petahana

Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Paslaten, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, telah berakhir dan menetapkan Jeine Sekeon, SE sebagai pemimpin baru desa tersebut. Jeine, calon nomor urut 2, meraih kemenangan meyakinkan setelah melalui tahapan demokrasi yang berlangsung dinamis dan kompetitif.

Hasil Pilhut ini menjadi perhatian warga karena Jeine Sekeon berhasil mengungguli para kandidat yang sebelumnya pernah menjabat kepala desa atau petahana. Persaingan disebut berlangsung ketat sejak masa kampanye hingga proses penghitungan suara, dengan dukungan warga yang terus mengalir kepada Jeine menjadi salah satu faktor penentu.

Antusiasme masyarakat terlihat pada hari pemungutan suara ketika warga mendatangi Tempat Pemungutan Suara untuk menggunakan hak pilih. Situasi pelaksanaan Pilhut dilaporkan berlangsung kondusif meski tensi persaingan cukup tinggi. Setiap kandidat menawarkan visi, misi, dan program kerja, namun mayoritas pemilih akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Jeine yang dinilai membawa semangat perubahan dan perbaikan tata kelola pemerintahan desa.

Proses penghitungan suara berlangsung menegangkan karena perolehan suara terus bergerak. Pendukung masing-masing kandidat memantau perkembangan hingga hasil akhir menunjukkan keunggulan Jeine Sekeon. Kemenangan tersebut disambut sukacita oleh para pendukung, sementara sejumlah warga menilai hasil Pilhut mencerminkan kehendak masyarakat yang menginginkan pembaruan kepemimpinan.

Sejumlah harapan pun mengemuka pasca-Pilhut. Warga menilai masih ada tantangan pembangunan yang membutuhkan perhatian, antara lain infrastruktur lingkungan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan sektor pertanian, peningkatan pelayanan publik, serta pengelolaan dana desa yang transparan. Rekonsiliasi juga dinilai penting agar seluruh elemen masyarakat dapat kembali bersatu setelah kompetisi politik.

Dalam pernyataannya usai dinyatakan menang, Jeine Sekeon menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada warga yang telah menggunakan hak pilih. Ia menegaskan kemenangan tersebut bukan milik pribadi atau kelompok tertentu, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan kejujuran, kerja keras, dan pengabdian.

“Kemenangan ini bukan kemenangan pribadi maupun kelompok tertentu. Amanah yang diberikan masyarakat merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kejujuran, kerja keras, dan pengabdian. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Desa Paslaten yang telah memberikan kepercayaan. Mari bersama-sama membangun desa tanpa sekat dan tanpa perbedaan,” ujar Jeine Sekeon saat diwawancarai, Jumat (19/6/26) siang.

Jeine juga menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh warga, termasuk mereka yang berbeda pilihan dalam Pilhut. Ia menyampaikan bahwa setelah proses demokrasi selesai, tidak ada lagi perbedaan kubu dan pemerintahan desa ke depan harus terbuka, transparan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis antara pemerintah desa dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, kaum perempuan, dan seluruh unsur pembangunan desa. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan perubahan yang berkelanjutan.

Sejumlah tokoh masyarakat berharap pemerintahan baru dapat segera menyusun langkah strategis untuk menjawab kebutuhan warga, dengan transparansi penggunaan anggaran desa menjadi salah satu perhatian utama. Pengembangan sektor pertanian juga dinilai penting mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup di bidang tersebut, termasuk melalui pemberdayaan petani, peningkatan kualitas produksi, dan akses pasar.

Di bidang pelayanan publik, warga menginginkan layanan administrasi yang cepat, tepat, dan bebas diskriminasi. Dengan berakhirnya seluruh tahapan Pilhut, perhatian masyarakat kini tertuju pada langkah awal pemerintahan desa yang akan dibentuk serta pembuktian atas harapan perubahan melalui kerja nyata.