Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi menaruh perhatian pada rencana pembangunan exit tol di wilayah Kabupaten Bekasi. Komisi yang membidangi pembangunan itu menggelar rapat kerja bersama perangkat daerah terkait untuk membahas surat dari PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (PT CTP) kepada Bupati Bekasi mengenai rencana pembangunan akses keluar jalan tol.
Rapat kerja berlangsung di Cikarang Pusat pada Selasa (5/8/2026). Agenda utamanya membahas serta menyikapi rencana pembangunan exit tol yang dinilai perlu dikaji secara menyeluruh sebelum ditindaklanjuti.
Dalam pembahasan, Komisi III tidak hanya menyoroti aspek teknis pembangunan. Sejumlah hal lain turut dicermati, antara lain keterkaitan dengan tata ruang, infrastruktur, aksesibilitas, konektivitas wilayah, serta potensi dampak terhadap masyarakat dan perkembangan Kabupaten Bekasi.
Komisi III bersama perangkat daerah menekankan pentingnya setiap rencana pembangunan infrastruktur melalui kajian yang matang dan terintegrasi. Menurut mereka, langkah tersebut diperlukan agar pembangunan yang direalisasikan sesuai kebutuhan wilayah dan tidak memunculkan persoalan baru di kemudian hari.
DPRD menilai keberadaan exit tol pada dasarnya dapat mendukung peningkatan konektivitas dan mobilitas masyarakat maupun kegiatan perekonomian. Namun, perencanaannya perlu memperhatikan kondisi tata ruang, jaringan jalan yang sudah ada, kapasitas infrastruktur, hingga dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Karena itu, DPRD Kabupaten Bekasi mendorong koordinasi yang kuat antara legislatif, pemerintah daerah, perangkat daerah teknis, dan pengelola jalan tol dalam pembahasan rencana tersebut. Komisi III juga menegaskan pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan arah kebijakan pembangunan daerah.
Kajian yang komprehensif dinilai penting untuk memastikan rencana pembangunan exit tol tidak hanya memberi kemudahan akses, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan kondisi Kabupaten Bekasi yang disebut terus mengalami peningkatan perkembangan industri, permukiman, perdagangan, serta mobilitas masyarakat.
Melalui rapat kerja tersebut, DPRD Kabupaten Bekasi menyatakan komitmennya agar setiap rencana pembangunan strategis di daerah dibahas secara terbuka, terukur, dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat. DPRD berharap sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dapat menghasilkan keputusan terbaik, sehingga apabila rencana pembangunan exit tol dilanjutkan, keberadaannya mampu memperkuat konektivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.