Klarifikasi: Video Perusakan Gereja yang Viral Terjadi di Kolombia, Bukan Lebanon Selatan

Klarifikasi: Video Perusakan Gereja yang Viral Terjadi di Kolombia, Bukan Lebanon Selatan

Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan gereja di Lebanon dirusak oleh pasukan Israel pada Juni 2026. Dalam rekaman tersebut tampak sejumlah patung di dalam gereja mengalami kerusakan, disertai narasi bahwa peristiwa itu terjadi di Lebanon Selatan.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut keliru. Video yang sama ternyata merekam peristiwa perusakan gereja di Kolombia, bukan di Lebanon.

Dalam penelusuran, tim mengambil tangkapan layar dari video yang beredar lalu melakukan pencarian menggunakan Yandex. Hasilnya mengarah pada video identik yang diunggah akun TikTok, dengan keterangan bahwa peristiwa itu terjadi di gereja La Ermita, Cali, Kolombia, pada 6 Mei 2026.

Unggahan tersebut menjelaskan aksi perusakan menyebabkan sejumlah patung dan beberapa simbol agama rusak. Dikutip dari El Pais, penyelidikan menyebut pelaku adalah seorang pemuda berusia 27 tahun bernama Ricardo Valderrama Salazar.

Menurut laporan itu, sebelum melakukan perusakan, pelaku masuk ke gereja dalam keadaan gelisah dan berteriak, “Saya 666” serta “Setan ada di sini di Cali, bertobatlah!” Valderrama Salazar disebut tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan kemudian ditangkap polisi.

Di sisi lain, laporan mengenai kerusakan di Lebanon memang pernah muncul, termasuk yang menyasar gereja dan atributnya. Kompas.com sebelumnya memberitakan bahwa pada April 2026 dua tentara Israel merusak patung Yesus di Lebanon Selatan. Akibatnya, keduanya ditarik dari tugas tempur dan dijatuhi hukuman penjara selama 30 hari.

Meski demikian, video yang viral tersebut tidak terkait dengan insiden di Lebanon. Rekaman itu merupakan dokumentasi perusakan gereja La Ermita di Cali, Kolombia, pada 6 Mei 2026.