Sri Mulyani kembali menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial. Konten menyesatkan tersebut umumnya berbentuk video yang seolah menampilkan dirinya menyampaikan informasi penyaluran dana bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, video-video yang beredar diketahui bukan rekaman baru. Materinya disebut berasal dari kegiatan lama Sri Mulyani, lalu disunting dan dimanipulasi, termasuk dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI), sehingga memunculkan narasi yang tidak sesuai konteks aslinya.
Berikut rangkuman sejumlah hoaks yang mencatut nama Sri Mulyani sebagaimana dihimpun dari temuan Cek Fakta Liputan6.com.
1. Klaim Sri Mulyani berbagi dana bantuan Rp 60 juta
Sebuah unggahan di Facebook pada 3 Agustus 2026 menampilkan video yang mengklaim Sri Mulyani mengumumkan pembagian dana bantuan senilai Rp 60 juta. Dalam narasi unggahan, ia disebut menyampaikan bantuan tersebut untuk membantu masyarakat melunasi utang dan menjadi modal usaha. Unggahan itu juga disertai keterangan “Program Dana Bantuan ke masyarakat” serta tautan untuk mengirim pesan.
2. Klaim Sri Mulyani mengumumkan program “berbagi rezeki”
Unggahan lain di Facebook pada 19 Juni 2026 menampilkan video yang diklaim berisi pengumuman program berbagi rezeki. Narasi dalam unggahan menyebut program itu ditujukan bagi orang yang mengalami kesulitan ekonomi, membutuhkan modal usaha, biaya membayar utang, hingga biaya sekolah. Pada cuplikan video juga tercantum tulisan “SEBUKTKAN ASAL PROVINSI KALIAN SEKARANG”. Unggahan tersebut disertai keterangan “Program Berbagi Rezeki Dana Bantuan 202 6” dan tautan kirim pesan.
3. Klaim dana bansos bisa didapat dengan menebak kata di Facebook
Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan postingan di Facebook yang menyebut Sri Mulyani membagikan dana bantuan sosial (bansos) melalui kuis tebak kata. Salah satu unggahan yang beredar diposting pada 14 Juni 2026. Konten tersebut memuat foto Sri Mulyani disertai instruksi agar pengguna “jawab kuis” pada gambar, lalu diminta melakukan “like & share” serta mengirim jawaban melalui Messenger. Unggahan itu juga mengarahkan pengguna untuk menghubungi akun melalui fitur pesan.
Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan pola serupa: menggunakan nama Sri Mulyani, menampilkan konten yang diklaim sebagai pengumuman bantuan, serta menyertakan tautan atau ajakan menghubungi akun tertentu melalui pesan. Penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menyatakan klaim-klaim tersebut tidak benar dan merupakan hasil manipulasi dari materi lama yang diedit.