Klarifikasi: Video Lampu Lalu Lintas Meleleh di Italia Bukan Akibat Gelombang Panas Eropa

Klarifikasi: Video Lampu Lalu Lintas Meleleh di Italia Bukan Akibat Gelombang Panas Eropa

Gelombang panas ekstrem disertai badai dahsyat dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Eropa. Di Jerman, suhu disebut mencapai 41,7 derajat Celsius pada 28 Juni 2026 dan bertahan selama tiga hari. Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga menyatakan lebih dari 1.300 orang meninggal dunia pada 21 Juni 2026 akibat fenomena tersebut.

Di tengah situasi itu, beredar video di media sosial yang memperlihatkan sebuah lampu lalu lintas di jalan raya tampak meleleh atau melengkung. Video tersebut disertai klaim bahwa kerusakan terjadi karena gelombang panas ekstrem di Eropa, bahkan disebut berlangsung di Italia.

Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak tepat. Video yang beredar ditemukan identik dengan tangkapan layar yang dimuat di laman Misbar, sebuah platform pengecekan fakta independen. Dalam keterangannya, Misbar menyebut kerusakan pada lampu lalu lintas itu tidak berkaitan dengan gelombang panas.

Menurut informasi yang dikutip dalam artikel tersebut, lampu lalu lintas mengalami kerusakan akibat insiden mobil terbakar di distrik Lugagnano, Verona, Italia. Dengan demikian, video itu tidak dapat dijadikan bukti bahwa lampu lalu lintas meleleh karena suhu tinggi akibat gelombang panas di Eropa.