Sebuah video yang memperlihatkan bendera Merah Putih robek saat dikibarkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, kembali beredar di media sosial menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Unggahan tersebut memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan yang mengaitkan insiden itu dengan isu korupsi anggaran pengadaan bendera.
Dalam video yang beredar, bendera berukuran besar tampak robek menjadi dua bagian. Bagian merah terlepas dan terbawa angin, sementara kejadian itu disaksikan sejumlah orang berseragam yang berdiri dalam barisan. Sejumlah unggahan menyertakan narasi bernada tanya dan kecurigaan, seperti “Pertanda apa ini. Bendera pusaka bisa robek. Kok bisa suwek (koyak/sobek).”
Namun, penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut bukan peristiwa yang terjadi pada 2026. Berdasarkan pencarian menggunakan teknik reverse image search, video itu identik dengan foto yang termuat dalam pemberitaan Media Indonesia pada 3 Oktober 2025.
Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa insiden bendera Merah Putih robek terjadi pada 2 Oktober 2025, saat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan gladi bersih perayaan HUT ke-80 TNI di Monas.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI saat itu, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menyatakan bendera sobek karena bahan kain yang digunakan tergolong tipis sehingga tidak kuat menahan terpaan angin. Ia juga menyebut kondisi angin saat kejadian cukup kencang, yakni di atas 20 knot.
Freddy menjelaskan, insiden tersebut menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, gladi bersih tidak hanya untuk menguji kemampuan prajurit, tetapi juga untuk mengecek material yang digunakan, termasuk bendera.
Meski sempat terkendala, gladi bersih perayaan HUT ke-80 TNI di Monas tetap berlangsung lancar. Bendera Merah Putih yang sempat robek disebut tetap dapat berkibar dengan sempurna.
Dengan demikian, video yang beredar kembali menjelang 17 Agustus 2026 merupakan unggahan ulang dari peristiwa Oktober 2025, sehingga narasi yang menyiratkan insiden itu terjadi pada 2026 dinyatakan keliru.