Kehadiran Dasco Saat Pengumuman Kabinet Prabowo Disorot, Yudi Nilai Itu Simbol Keterlibatan DPR

Kehadiran Dasco Saat Pengumuman Kabinet Prabowo Disorot, Yudi Nilai Itu Simbol Keterlibatan DPR

Jakarta — Kehadiran Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Kabinet Merah Putih menjadi sorotan setelah eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mempertanyakannya. Gatot menilai kehadiran Dasco sebagai bentuk pengawasan terhadap Prabowo ketika mengumumkan para pembantunya.

Pernyataan Gatot, yang diunggah akun Instagram Refly Harun, kemudian ditanggapi Koordinator Presidium Nasional Fraksi Rakyat Yudi Syamhudi Suyuti. Yudi menilai pertanyaan Gatot muncul karena kurang luasnya pemahaman terkait politik dan praktik kenegaraan yang berkembang saat ini.

“Pernyataan Pak Gatot Nurmantyo yang mempertanyakan Wakil Ketua DPR, Pak Dasco tentang posisinya mendampingi Presiden Prabowo saat pengumuman Kabinet Merah Putih, terlihat karena kurang luasnya pemahaman politik dan praktek kenegaraan yang berkembang saat ini,” kata Yudi kepada awak media, dikutip Rabu (4/2).

Yudi menyebut pernyataan Gatot tidak terlalu berpengaruh terhadap Dasco. Ia justru memandang kehadiran Dasco mendampingi Prabowo sebagai hal positif, meski ia mengakui hal tersebut belum pernah terjadi dalam proses kenegaraan presiden sebelumnya.

Menurut Yudi, situasi itu sah sebagai bentuk model konvensi ketatanegaraan yang tidak perlu diatur melalui perangkat peraturan tertentu. Ia menilai Prabowo bisa saja sengaja melibatkan pimpinan DPR sebagai simbol yang mewakili rakyat.

“Hal ini menjadi model Pak Prabowo sebagai Presiden yang bisa saja sengaja melibatkan Pimpinan DPR RI sebagai simbol, yang mewakili Rakyat. Di mana posisinya Pak Dasco, Wakil Ketua DPR,” ujarnya.

Yudi juga menilai kehadiran Dasco menunjukkan peran DPR sebagai saluran politik bagi publik, mengingat DPR dipandang sebagai bagian penting dalam menjalankan program pemerintahan.

Ia menambahkan, penempatan pimpinan DPR di samping presiden dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintahan Prabowo bersifat terbuka. Menurutnya, hal itu memberi ruang bagi publik untuk berpartisipasi menyampaikan kritik, masukan, hingga koreksi terhadap pemerintah melalui DPR.

Lebih lanjut, Yudi menilai kehadiran Dasco menegaskan Prabowo sebagai presiden yang cerdas dan tidak gila kekuasaan, karena berani melakukan tindakan di luar kebiasaan. Ia juga menyebut langkah tersebut menunjukkan bahwa kekuasaan presiden dibatasi oleh cabang kekuasaan lain, yakni DPR.

“Dan benar-benar bertindak bahwa kekuasaannya sebagai presiden di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dibatasi oleh cabang kekuasaan lainnya, yaitu DPR,” kata Yudi.