K-MAKI Sumsel Desak Kejari Palembang Transparan dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan

K-MAKI Sumsel Desak Kejari Palembang Transparan dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan

Aksi unjuk rasa berlangsung di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Rabu, 29 Juli 2026. Massa yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumatera Selatan mendesak penyidik segera menuntaskan penyidikan dugaan korupsi proyek lampu penerangan jalan di Kota Palembang.

Aksi tersebut berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan petugas Kejari Palembang. Massa membawa spanduk berisi tuntutan serta menyampaikan orasi secara bergantian, dengan sorotan utama pada transparansi penanganan perkara.

Deputi K-MAKI Sumsel, Ferry Kurniawan, dalam orasinya meminta Kejari Palembang mengusut perkara hingga ke pihak-pihak yang diduga terlibat tanpa pandang bulu. Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dan keterbukaan penyidik dalam memproses kasus tersebut.

“Kami meminta Kejari Palembang bekerja secara profesional, transparan, dan tidak takut mengungkap siapa pun yang terlibat apabila memang ditemukan alat bukti yang cukup,” kata Ferry.

Selain mendesak penetapan tersangka, K-MAKI meminta penyidik membuka perkembangan penyidikan secara transparan, termasuk pihak-pihak yang telah diperiksa. Massa juga mendorong aparat penegak hukum menelusuri dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam pengaturan proyek lampu jalan di Kota Palembang.

Dalam pernyataan sikapnya, K-MAKI menilai dugaan penyimpangan proyek lampu jalan tidak hanya berkaitan dengan pengadaan tahun 2025. Mereka juga meminta penyidik mengusut dugaan persoalan pada program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Palembang tahun anggaran 2022.

K-MAKI menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kejari Palembang, di antaranya agar segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi lampu jalan serta mengusut tuntas dugaan penyimpangan 82 program Pokir tahun 2022.