Sejumlah peristiwa politik menyita perhatian publik sepanjang sepekan terakhir. Di antaranya demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat bertajuk “Indonesia Gelap”, reshuffle kabinet pertama di era Presiden Prabowo Subianto yang mengganti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), pelantikan serentak kepala daerah yang dilanjutkan retret di Magelang, polemik penarikan lagu oleh band Sukatani, serta instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada kepala daerah dari partainya terkait agenda retret.
Demo “Indonesia Gelap” digelar di sejumlah daerah
Aksi massa bertajuk “Indonesia Gelap” berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin, Kamis, hingga Jumat dalam sepekan ini. Demonstrasi serupa juga dilaporkan digelar serentak di berbagai wilayah, antara lain Bandung, Lampung, Surabaya, Malang, Samarinda, Banjarmasin, Aceh, dan Bali.
Elemen mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membawa sejumlah tuntutan, salah satunya meminta agar mantan presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi) ditangkap dan diadili. Koordinator Pusat BEM SI Herianto menyebut aliansi mahasiswa juga menuntut pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, transparansi status pembangunan, transparansi dan evaluasi program makan bergizi gratis, penolakan revisi Undang-Undang Minerba, penolakan dwifungsi militer, serta pengesahan RUU Perampasan Aset. “Kami menilai terdapat andil Jokowi dalam kegagalan pemerintahan ini,” kata Herianto pada Selasa, 18 Februari 2025.
Pada Kamis, 20 Februari 2025, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menemui massa aksi di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. BEM SI menyatakan telah “menang” setelah pertemuan itu terjadi. Kehadiran Prasetyo disebut atas perintah Presiden Prabowo Subianto, sementara mahasiswa menyatakan menolak meninggalkan lokasi sebelum pihak Istana menemui mereka. Prasetyo menyampaikan bahwa ia bangga atas demonstrasi mahasiswa dan menyebut apa yang diperjuangkan para demonstran merupakan bagian dari perjuangan pemerintah.
Reshuffle kabinet: Brian Yuliarto menggantikan Satryo Soemantri
Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet pertama pada masa pemerintahan Kabinet Merah Putih yang belum genap empat bulan. Akademisi Brian Yuliarto dilantik untuk menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Mendiktisaintek. Pergantian ini dilakukan setelah lebih dari 100 hari kabinet bekerja. Kabar mengenai Satryo menjadi sasaran reshuffle beredar sejak Rabu pagi, 19 Februari 2025, dan pada sore hari Prabowo melantik Brian di Istana Negara.
Sebelumnya, Satryo kerap menjadi sorotan publik, antara lain terkait isu konflik internal di Kemendiktisaintek yang ramai di media sosial. Sorotan juga muncul ketika kementerian itu dikabarkan tidak akan mencairkan tunjangan kinerja (tukin) dosen ASN yang tertunda sejak 2020. Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR pada Rabu, 12 Februari 2025, Satryo menyatakan kekhawatiran pemangkasan anggaran dapat mendorong perguruan tinggi mencari sumber pendanaan tambahan. “Kalau nggak ada opsi lain terpaksa menaikkan uang kuliah,” ujarnya.
Pelantikan serentak kepala daerah dan retret di Magelang
Presiden Prabowo melantik kepala daerah dari seluruh Indonesia pada Kamis, 20 Februari 2025. Para kepala daerah dikumpulkan di halaman depan Monumen Nasional sebelum masuk ke area Istana secara berbaris. Setelah pelantikan, mereka dijadwalkan mengikuti retret di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada 21–28 Februari 2025.
Prabowo menyebut pelantikan ini sebagai momen bersejarah. Dalam pidatonya, ia merinci jumlah yang dilantik: 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota, dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah. Prabowo juga menilai kehadiran para kepala daerah mencerminkan besarnya Indonesia serta demokrasi yang dinamis.
Retret awalnya dijadwalkan berlangsung 14 hari, namun dipangkas menjadi satu pekan karena terdampak pemangkasan anggaran. Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menyatakan pengurangan durasi tersebut pada Kamis, 13 Februari 2025. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan retret digelar untuk membangun ikatan emosional dan kerja sama antarkepala daerah, serta mendorong keselarasan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Polemik Band Sukatani dan penarikan lagu “Bayar Bayar Bayar”
Grup band punk asal Purbalingga, Sukatani, mengumumkan penarikan lagu berjudul “Bayar Bayar Bayar” dari seluruh platform pemutar musik. Lagu dalam album Gelap Gempita itu memuat kritik terhadap polisi.
Pengumuman disampaikan melalui akun media sosial @sukatani.band pada Kamis, 20 Februari 2025. Dua personel, Muhammad Syifa Al Lufti (gitaris) dan Novi Citra Indriyati (vokalis), menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri. Mereka tampil tanpa topeng, berbeda dari kebiasaan sebelumnya karena memilih anonim di hadapan publik.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul Bayar Bayar Bayar, yang dalam liriknya (ada kata) bayar polisi yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial,” kata Lutfi. Ia menyatakan lagu itu ditujukan sebagai kritik terhadap oknum kepolisian yang melanggar aturan. Sukatani juga meminta pengguna media sosial menghapus video atau lagu yang telah terlanjur tersebar, dengan alasan risiko di kemudian hari bukan lagi menjadi tanggung jawab mereka.
Instruksi Megawati: kepala daerah PDIP diminta tunda ikut retret
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk menunda perjalanan menuju retret di Akademi Militer, Magelang. Instruksi ini disebut sebagai respons atas penangkapan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Arahan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 7294/IN/DPP/II/2025 tertanggal Kamis, 20 Februari 2025. Dalam surat itu, Megawati menginstruksikan agar kepala daerah dan wakil kepala daerah menunda perjalanan untuk mengikuti retret pada 21–28 Februari 2025. Bagi yang sudah terlanjur dalam perjalanan, diminta berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut. Mereka juga diminta tetap berkomunikasi aktif dan bersiaga untuk commander call.

