Istana Nilai Banjir Jabodetabek Dipengaruhi Tata Ruang dan Menyusutnya Situ, Tim Lintas Kementerian Dibentuk

Istana Nilai Banjir Jabodetabek Dipengaruhi Tata Ruang dan Menyusutnya Situ, Tim Lintas Kementerian Dibentuk

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan banjir yang melanda DKI Jakarta dan wilayah sekitar tidak semata-mata dipicu faktor cuaca. Menurutnya, bencana hidrometeorologi tersebut juga berkaitan dengan perubahan tata ruang yang terjadi di kawasan Jabodetabek.

Prasetyo menyebut curah hujan pada akhir Januari berada pada tingkat yang cukup tinggi. Namun, ia menekankan bahwa kondisi banjir saat ini tidak bisa dijelaskan hanya dari aspek cuaca.

Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek. Selain itu, pendangkalan daerah aliran sungai (DAS) dinilai memperburuk situasi banjir.

Prasetyo juga menyoroti penyusutan jumlah situ, danau, atau telaga yang selama ini berfungsi sebagai reservoir dan daerah tangkapan air. Berdasarkan data yang ia sampaikan, Jabodetabek sebelumnya memiliki sekitar 1.000 situ, namun jumlah itu kini menyusut menjadi kurang lebih 200 situ.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta pembentukan tim lintas kementerian dan lembaga untuk melakukan kajian menyeluruh dan bekerja cepat. Tim itu akan melibatkan Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Dalam Negeri.

Prasetyo menambahkan, karena persoalan banjir mencakup lintas provinsi, tim tersebut diminta segera mencari dan menganalisis langkah penanganan agar masalah dapat diselesaikan secara menyeluruh, dari wilayah hulu hingga hilir.