Informasi palsu atau hoaks seputar bantuan sosial (bansos) kembali marak beredar di media sosial. Modus yang sering muncul adalah penyebaran tautan pendaftaran atau tautan untuk mengecek status penerima bansos yang bukan berasal dari situs resmi, lalu mengarahkan pengguna mengisi formulir dan menyerahkan data pribadi.
Untuk mengecek status penerima bansos secara daring, masyarakat dapat mengakses situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) melalui cekbansos.kemensos.go.id. Alternatif lain, pengecekan bisa dilakukan lewat aplikasi “Cek Bansos” yang tersedia di Play Store maupun App Store.
Berikut deretan hoaks bansos yang ditemukan beredar di media sosial:
1. Klaim tautan untuk mengecek bansos PKH dan BPNT Rp 1,5 juta
Sebuah unggahan Facebook pada 30 Juni 2026 memuat klaim terkait tautan untuk mengecek bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 1.500.000. Unggahan itu disertai poster bertuliskan “PKH & BPNT 1,5 JT SIAP CAIR KE REKENING” dan ajakan mengecek nama dengan mengklik daftar.
Tautan yang disertakan mengarah ke halaman situs berisi formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
2. Klaim tautan pendaftaran bansos PKH 2026 Rp 1,7 juta per orang
Hoaks lain muncul dari unggahan Facebook pada 20 Juni 2026 yang mengklaim adanya tautan pendaftaran bansos PKH 2026 dengan nilai bantuan Rp 1.700.000 per orang. Dalam unggahan tersebut, warganet diajak mendaftar dan mengikuti persyaratan melalui tautan yang disediakan.
Saat tautan diklik, pengguna diarahkan ke laman yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, termasuk nama lengkap hingga nomor WhatsApp.
3. Klaim tautan pendaftaran bansos Rp 5,4 juta dari Presiden Prabowo Subianto
Pada 11 Juni 2026, beredar unggahan Facebook yang mengklaim pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto menyiapkan bansos Rp 5.400.000 untuk warga yang namanya masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Unggahan tersebut menyertakan ajakan untuk segera mendaftar, disertai keterangan bahwa tautan pendaftaran ada di bagian bio.
Menu pendaftaran pada unggahan itu memunculkan tautan yang mengarah ke situs dengan tampilan formulir digital. Formulir tersebut meminta sejumlah identitas, seperti nama, provinsi, dan nomor Telegram.
Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap tautan yang beredar di media sosial, terutama yang meminta pengisian data pribadi. Pengecekan bansos sebaiknya dilakukan melalui kanal resmi Kemensos, baik lewat situs cekbansos.kemensos.go.id maupun aplikasi “Cek Bansos”.