JAKARTA — Kekayaan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni kembali menjadi perhatian publik. Sumber utama hartanya disebut bukan berasal dari dunia politik, melainkan dari bisnis yang dibangun jauh sebelum ia terjun ke parlemen.
Ahmad Sahroni dikenal sebagai pengusaha di sektor rental kapal dan penyediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal. Usaha tersebut menjadi fondasi kekayaannya hingga ia kerap dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok”.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Partai NasDem, Sahroni lahir dan besar di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dari keluarga sederhana. Ia dibesarkan oleh ibu dan neneknya, sementara ibunya bekerja sebagai penjual nasi Padang.
Sejak kecil, Sahroni disebut sudah terbiasa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup. Ia pernah menjadi tukang semir sepatu di kawasan Pertamina Priok dengan upah Rp100 per pasang. Setelah lulus SMA, ia bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan pengisian BBM.
Dalam perjalanan kariernya, Sahroni kemudian dipercaya mengemban tanggung jawab lebih besar. Dalam waktu sekitar dua tahun, ia disebut berhasil menembus jajaran direksi di perusahaan tempatnya bekerja.
Merasa siap mandiri, Sahroni mendirikan perusahaan sendiri di bidang rental kapal dan suplai BBM yang bernaung di bawah PT Ruwanda Satya Abadi. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan salah satu momentum besar bisnisnya terjadi saat menjadi pemasok bahan bakar untuk kapal perang Amerika Serikat selama beberapa tahun.
Selain sektor maritim dan energi, Sahroni juga merambah bisnis properti yang memperkuat portofolio usahanya.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total harta kekayaan Ahmad Sahroni tercatat mencapai Rp328,9 miliar. Data tersebut menegaskan bahwa perjalanan finansialnya dibangun dari dunia usaha sebelum ia dikenal sebagai tokoh politik nasional.

