Sebuah rumor yang menyebut pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengalami luka parah akibat serangan Israel beredar di media sosial. Rumor tersebut disertai sebuah foto yang memperlihatkan Mojtaba Khamenei terbaring di ranjang rumah sakit, dengan tangan dan kaki tampak penuh luka serta diperban.
Namun, hasil pemeriksaan Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa foto yang beredar merupakan konten manipulatif. Foto tersebut terdeteksi sebagai gambar generatif berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Foto itu dibagikan oleh sejumlah akun Facebook, disertai narasi yang menyatakan Mojtaba Khamenei terluka parah pada hari Sayyid Ali Khamenei dibunuh. Salah satu unggahan pada Rabu (11/3/2026) menuliskan klaim rinci, termasuk kaki kiri patah di dua tempat, cedera serius di pundak, dua luka serius di pelvis, serta beberapa luka di bagian tubuh lain.
Dalam penelusuran, Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa keaslian gambar menggunakan alat pendeteksi konten AI. Platform Sight Engine mendeteksi foto tersebut sebagai gambar generatif AI dengan probabilitas 97 persen. Sementara itu, Hive Moderation juga mengidentifikasi gambar yang sama sebagai generatif AI dengan probabilitas 99,3 persen.
Sebelumnya, The New York Times melaporkan pernyataan tiga pejabat Iran yang menyebutkan kaki Khamenei terluka akibat serangan Israel di Iran. Meski demikian, Penasihat Pemerintah Iran, Yousef Pezeshkian, membantah narasi yang menyatakan Mojtaba Khamenei terluka parah.
“Saya telah menanyakan kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberitahu saya bahwa, alhamdulillah, beliau dalam keadaan selamat dan sehat,” kata Pezeshkian, dikutip dari Arab News.
Setelah dinobatkan sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Mojtaba Khamenei juga menyampaikan pidato pertamanya pada Kamis (12/3/2026). Rekaman suaranya dilaporkan oleh Al Jazeera. Dalam pidato itu, ia menyampaikan pernyataan tegas bahwa Iran akan terus berjuang.
Berdasarkan rangkaian pemeriksaan tersebut, foto yang diklaim memperlihatkan Mojtaba Khamenei dirawat akibat luka parah dipastikan merupakan konten manipulatif berbasis AI. Adapun klaim mengenai kondisi luka parah telah dibantah oleh penasihat pemerintah Iran.

