Pentingnya etika publik dalam menjaga marwah politik menjadi pembahasan utama dalam program Zona Edukasi RRI Pro 1 Ende, Kamis (24/07/2025). Praktisi pemerintahan Paulus Kristianus Nggaa, S.STP., M.A. menekankan bahwa etika publik merupakan standar moral yang wajib dimiliki oleh pejabat publik.
Menurut Paulus, nilai utama dalam etika publik adalah integritas, yang kemudian diikuti transparansi dan akuntabilitas. Ia mengingatkan, tanpa etika, penyelenggara negara berisiko mudah tergelincir ke dalam konflik kepentingan.
Dalam konteks birokrasi, ia menilai etika publik menjadi ujian serius di tengah dinamika politik yang kerap pragmatis. Paulus menyebut netralitas birokrasi dapat teruji ketika kepentingan politik masuk ke ruang-ruang pelayanan publik.
Ia menegaskan pelayanan publik yang baik seharusnya berpijak pada kebutuhan masyarakat, bukan kemauan pribadi penyelenggara. Paulus menyatakan tujuan akhir etika publik adalah menciptakan pelayanan yang adil dan berorientasi pada rakyat.
Program tersebut juga menyoroti minimnya partisipasi anak muda dalam politik serta lemahnya pemahaman terhadap nilai-nilai demokrasi. Paulus mendorong agar generasi muda disadarkan bahwa politik bukan semata perebutan kekuasaan, melainkan upaya mewujudkan kebaikan bersama.
Dalam sesi interaktif, seorang pendengar bernama Johan dari Sam Ratulangi menanyakan tantangan generasi muda dalam menjaga integritas. Menanggapi hal itu, Paulus menyebut tantangan terbesar anak muda saat ini adalah melawan diri sendiri agar tidak larut dalam budaya politik yang permisif.
Menutup sesi, Paulus mengajak masyarakat aktif mengedukasi publik untuk memperkuat budaya politik yang rasional dan etis. Ia juga mendorong generasi muda untuk berkarya dan mengambil peran nyata dalam demokrasi.

