Meningkatnya rasa ingin tahu masyarakat terhadap pengelolaan dana haji, terutama dari kalangan generasi muda, menjadi perhatian dalam pembahasan terkait transparansi dan akuntabilitas.
Dalam konteks tersebut, Endro Hermono mendorong adanya transparansi pengelolaan dana haji. Sejalan dengan itu, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dikabarkan turun langsung ke Blitar.
Langkah ini mencerminkan perhatian terhadap kebutuhan informasi publik mengenai pengelolaan dana haji di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk memahami bagaimana dana tersebut dikelola.