Pengamat politik Arifki Chaniago menilai dukungan Partai Gerakan Rakyat kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Pilpres 2029 berpotensi memicu dinamika internal di partai politik lain. Menurutnya, deklarasi tersebut dapat mendorong partai-partai selain Gerakan Rakyat untuk mengatur ulang strategi dalam menentukan kandidat menuju kontestasi 2029.
Arifki menyebut deklarasi dukungan lebih awal membuka ruang kompetisi sejak dini. Ia menilai partai lain akan terdorong mempertimbangkan kembali langkah politiknya, apakah tetap menunggu momentum atau mulai mengamankan figur sejak sekarang.
Selain itu, Arifki menyoroti adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT). Dalam putusan nomor 62/PUU-XXII/2024, MK menyatakan PT menjadi nol persen dari sebelumnya 20 persen.
Menurut Arifki, PT nol persen membuka peluang bagi tokoh baru maupun kandidat alternatif untuk tampil di panggung nasional. Ia menilai kondisi tersebut semestinya mendorong partai untuk berani menguji kekuatan figur yang dimiliki.
Arifki, yang juga Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, menilai dinamika juga berpotensi terjadi di partai-partai yang pernah mendukung Anies pada Pilpres 2024, seperti NasDem dan PKS, dalam menentukan kandidat untuk Pilpres 2029.

