DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta bersama jajaran pengurus partai, Baguna, Satgas Andhika Wiratama, Satgas DPD PDI Perjuangan, Ulu Ulu, Relawan Sat Set, serta masyarakat menggelar kerja bakti reresik Sungai Code, Yogyakarta, Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, mengatakan reresik sungai digelar dalam rangka peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan. Ia menyebut kegiatan tersebut dilakukan secara sederhana, sekaligus menindaklanjuti instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader memiliki kesadaran dan kepedulian dalam menyelesaikan persoalan lingkungan, termasuk merawat bantaran sungai.
“Partai harus hadir di tengah masalah rakyat, bersihkan Sungai Code bersama-sama. Ke depan kita dorong penguatan sinergi Pemda se-DIY, BBWSO, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan sungai yang bersih dan asri. Dengan sungai yang bersih dan asri, tidak saja bermanfaat bagi masyarakat dan pariwisata, juga secara khusus untuk mencegah bencana banjir dan longsor di daerah aliran sungai,” ujar Eko.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Wakil Ketua DPD RB Dwi Wahyu Budiyantoro, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Wisnu Sabdono Putro, serta jajaran pengurus DPC, PAC, anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Yogyakarta, dan satgas partai.
Kerja bakti dimulai sejak pagi dari kawasan pinggiran Kali Code di Cokrodirjan. Baguna bersama Ulu Ulu menyusuri bantaran sungai hingga jembatan di Surokarsan untuk membersihkan sampah yang ditemukan di sepanjang aliran.
Eko menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Ia mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah dan tidak membuang sampah di bantaran maupun aliran sungai.
“Pagi ini, bersama elemen pengurus dan masyarakat termasuk pemerintah kota Yogyakarta, kita ajak masyarakat hentikan buang sampah di bantaran sungai. Mari mulai kelola sampah di rumah atau sejak dari sumbernya, pilah sampah dari rumah dan kita mulai kampanyekan untuk tidak membuang sampah di sungai. Kita jaga bersama sungai kita,” kata Eko.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi gerakan reresik Sungai Code tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci menjaga kebersihan sungai, karena upaya pemerintah tidak akan efektif tanpa dukungan warga.
Ia menyebut Pemkot Yogyakarta telah memasang trash barrier di penggal Sungai Code, namun hasilnya bergantung pada kesadaran masyarakat. Wawan juga mengingatkan pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X tentang pentingnya memayu hayuning bawono, yakni menjaga lingkungan agar tetap lestari.

