Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengirim 50 perangkat sound system ke Sumatera untuk membantu masjid-masjid yang terdampak bencana alam. Langkah tersebut disampaikan Ketua Umum DMI, Dr. (H.C) Drs. H Muhammad Jusuf Kalla, seusai membuka acara Pelatihan Akustik Masjid di Paragon Community Hub, Minggu (25/1/2026).
Jusuf Kalla mengatakan kerusakan yang banyak terjadi di masjid-masjid terdampak bencana berkaitan dengan sistem tata suara. Menurutnya, perangkat sound system sangat rentan rusak ketika terkena air, termasuk saat banjir.
“Yang rusak sound systemnya (masjid), karena itu DMI kemarin sudah kirim 50 sound system ini mau nambah lagi, karena kalau sound systemnya kena air, kena banjir pasti rusak,” kata Jusuf Kalla.
Selain kerusakan perangkat, ia menuturkan banyak masjid dalam kondisi kotor akibat lumpur. Saat ini, upaya pembersihan disebut menjadi prioritas yang dilakukan bersama masyarakat.
“Sebagian besar (masjid) kotor, kena lumpur karena itu pembersihannya sekarang kita utamakan. DMI dengan masyarakat sama-sama bergotong royong membersihkan masjid,” ujarnya.
Jusuf Kalla juga menyebut kerusakan di masjid tidak hanya pada sound system, tetapi juga pada instalasi listrik serta berbagai peralatan lainnya. Ia mengatakan DMI bersama para donatur turut membantu pemulihan kebutuhan tersebut.
“Yang kita sekarang (lihat) yang rusak sound system, listriknya. Peralatannya (juga) rusak semua, ini yang DMI dan para donatur membantu itu,” kata Jusuf Kalla.
Dalam kesempatan itu, DMI menekankan pentingnya kualitas tata suara sebagai bagian dari kenyamanan beribadah. Menurut DMI, pengelolaan sistem audio yang belum berstandar masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
“Masjid harus jadi tempat yang menenangkan dan memudahkan jemaah dalam beribadah. Tata suara yang baik dan jelas akan membantu penyampaian pesan keagamaan secara lebih efektif dan mendukung,” pungkasnya.

