Jakarta — Kurikulum Merdeka yang diluncurkan pada 11 Februari 2022 terus digencarkan penerapannya di sekolah. Sekolah Penggerak menjadi salah satu contoh pelaksanaan kurikulum tersebut. Seiring peresmian Kurikulum Merdeka, juga diluncurkan Platform Merdeka Mengajar yang ditujukan sebagai pedoman bagi guru dalam menjalankan tugas pembelajaran.
Direktorat SMK, Taufik Hidayat, memaparkan implementasi Kurikulum Merdeka untuk SMK. Ia menyebut kurikulum ini tidak berbeda jauh dengan Kurikulum 2013, namun terdapat sejumlah aspek yang perlu dipertajam. Kurikulum Merdeka juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari siswa, komite sekolah, industri, hingga masyarakat.
“Komparasi antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka tidak banyak perbedaan. Yang membedakan hanya alur tujuan pembelajaran dan perangkat atau modul ajar. Lalu, yang perlu menjadi catatan yaitu penajaman di tiap-tiap komponen,” kata Taufik dalam webinar seri Implementasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar Jilid 2 Tingkat SMK, Rabu (29/6/2022).
SMK 9 Medan: FGD hingga pelatihan internal
Dalam kesempatan yang sama, guru SMK 9 Medan, Julita Bakara, menyampaikan pengalaman sekolahnya yang telah menjalankan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar selama hampir satu tahun. Menurutnya, implementasi tersebut dinilai bermanfaat bagi seluruh elemen pendidikan.
Julita menekankan pentingnya diskusi antarguru untuk menyelaraskan metode belajar dengan kompetensi yang ditargetkan. Ia menyebut diskusi dan kolaborasi sebagai elemen penting dalam Kurikulum Merdeka.
“Implementasi Kurikulum Merdeka di SMK 9 Medan yaitu adanya Focused Group Discussion (FGD), Workshop, refleksi dan evaluasi diri serta ada juga Workshop P5BK. Dinas Pendidikan Sumatera Utara mendatangkan praktisi, sehingga kolaborasinya jelas,” ujar Julita.
Dalam kegiatan tersebut, praktisi memaparkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Setelah itu, guru-guru berdiskusi untuk menyelaraskan paparan praktisi dengan metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah.
SMK 9 Medan juga menggelar In House Training (IHT). Pada kegiatan ini, guru komite bertindak sebagai narasumber di sekolah dan menyampaikan materi yang diperoleh dari program Sekolah Penggerak. Para guru kemudian diajak berdiskusi untuk menyatukan pemahaman, membagikan visi-misi ke setiap jurusan, serta melakukan analisis.
Workshop P5BK dan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar
Selain FGD dan IHT, sekolah juga menjalankan Workshop P5BK, singkatan dari Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Dalam workshop ini, Dinas Pendidikan Sumatera Utara mendatangkan praktisi pendidikan untuk memperkuat pemahaman guru dan menyelaraskan tujuan jurusan yang telah disusun.
Untuk mendukung pelaksanaan kurikulum, SMK 9 Medan turut menggunakan aplikasi Merdeka Mengajar. Julita mengatakan platform tersebut membantu guru mengembangkan diri secara mandiri dan mengikuti informasi pendidikan dari pemerintah.
- Kurikulum Merdeka dinilai memerlukan penajaman di sejumlah komponen, meski tidak jauh berbeda dari Kurikulum 2013.
- Diskusi dan kolaborasi antarguru serta dengan praktisi menjadi bagian penting dalam penerapannya di SMK.
- Platform Merdeka Mengajar dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru.

