Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar turut hadir dalam Blitar Expo yang digelar Pemerintah Kabupaten Blitar di Aloon-Aloon Kanigoro, Kamis (6/8/26), dalam rangka peringatan Hari Jadi Blitar ke-702.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal Arifin, mengatakan kehadiran instansinya di Blitar Expo tidak hanya untuk menyampaikan informasi program, tetapi juga membuka layanan pengaduan masyarakat terkait infrastruktur, khususnya kondisi jalan.
Menurut Agus, masyarakat dapat menyampaikan laporan apabila menemukan kerusakan jalan. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengecekan apakah ruas jalan yang dikeluhkan sudah masuk dalam program atau surat keputusan (SK) penanganan. Setelah itu, Dinas PUPR akan menginformasikan rencana penanganannya, termasuk perkiraan waktu pelaksanaan.
Ia menjelaskan, apabila ruas jalan yang dikeluhkan sudah masuk program, masyarakat akan diberi informasi bahwa penanganan direncanakan dilaksanakan pada 2026. Sementara jika belum masuk program, aduan tersebut akan dicatat untuk memastikan apakah sudah masuk dalam daftar antrian data lapangan atau belum. Bila belum, pihaknya akan meminta pengamat di lapangan melakukan pemeriksaan kembali.
“Cuma saya yakin kalau itu ruas jalan Kabupaten Blitar pasti sudah masuk list,” kata Agus.
Agus juga menyinggung harapan pada peringatan Hari Jadi Blitar ke-702 agar menjadi momentum peningkatan pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat. Ia menilai tuntutan warga terhadap perbaikan infrastruktur merupakan hal yang wajar.
Terkait bentuk ekspresi masyarakat saat menyuarakan keluhan, termasuk aksi menanam pohon pisang di jalan rusak, Agus menyebut hal itu sebagai bentuk kritik yang dipahami. Ia menilai kritik tersebut dapat menjadi pemicu dan motivasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam upaya mencari dukungan anggaran ke pemerintah pusat apabila kemampuan APBD belum mencukupi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berkoordinasi dengan pengawas atau pengamat lapangan, baik melalui media sosial maupun dengan datang langsung ke kantor Dinas PUPR, terutama jika masih banyak petugas lapangan yang belum mengenal warga setempat.