Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) memperingati Dies Natalis ke-28 dengan meresmikan vertical garden berbasis energi terbarukan. Peresmian ini dirangkai dengan kegiatan fun walk sebagai upaya mengampanyekan gaya hidup sehat.
Dekan FTP UB Prof. Yusuf Hendrawan menyebut vertical garden tersebut menjadi yang pertama di lingkungan UB. Menurutnya, program ini merupakan wujud komitmen FTP UB dalam mendukung Green Campus sekaligus mendorong transisi menuju kampus berkelanjutan.
“Vertical Garden ini bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi media edukasi lingkungan. Nantinya akan dilengkapi panel surya sebagai bentuk integrasi pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi jejak karbon,” ujar Yusuf, Minggu (25/1/2025).
Ia mengatakan, FTP UB menargetkan diri sebagai pelopor penerapan konsep Eco-Green Campus di UB. Komitmen tersebut juga diterapkan melalui pengurangan plastik sekali pakai, salah satunya dengan mewajibkan peserta kegiatan membawa tumbler.
“Pada acara hari ini tidak ada air minum kemasan. Ini bagian dari upaya membangun budaya ramah lingkungan dan keberlanjutan,” katanya.
Selain peresmian vertical garden, FTP UB juga menyediakan area khusus merokok serta tempat sampah khusus botol. Yusuf menegaskan, pengembangan konsep Green Campus akan berlanjut, termasuk rencana agar seluruh bangunan di lingkungan FTP UB dirancang sesuai konsep Eco-Green Campus.
Yusuf juga menyampaikan bahwa FTP UB memiliki Center of Excellence (CoE) Bioenergy dan Biorefinery untuk pengelolaan limbah organik dan non-organik, yang dalam operasionalnya bekerja sama dengan mitra industri.
Menurutnya, terdapat empat tahapan program ramah lingkungan yang diresmikan bersamaan dengan kegiatan fun walk. Kegiatan fun walk diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra industri dan sponsor.
Ketua UPT Green Campus UB Prof. Sri Suhartini mengatakan FTP UB menjadi fakultas pertama yang mengimplementasikan program Smart Green Campus. Ia menilai langkah tersebut sebagai terobosan yang dapat diikuti fakultas lain.
Ia menjelaskan, vertical garden akan diintegrasikan dengan teknologi Internet of Things (IoT) sehingga penyiraman dapat dilakukan secara terukur dan efisien, serta didukung panel surya untuk penghematan energi. Program tersebut, kata dia, sejalan dengan indikator Smart Green Campus, seperti biodiversitas, konservasi air, dan minimasi energi.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut alumni turut berkontribusi dengan menyerahkan 180 bibit tanaman kepada UPT Green Campus UB. Bibit tersebut terdiri dari alpukat, mangga, dan kakao yang direncanakan ditanam di berbagai kawasan UB, termasuk UB Forest serta sejumlah kampus UB lainnya. Namun, penanaman di kampus UB Jakarta disebut belum memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.
Rangkaian Dies Natalis ke-28 FTP UB masih berlanjut melalui berbagai lomba tradisional untuk mempererat kekeluargaan sivitas akademika. Puncak acara dijadwalkan berlangsung Selasa mendatang melalui Rapat Senat Terbuka dengan tema “FTP SOLID: Reconnect, Collaborate and Contribution”.

