Berbagai hoaks yang mengatasnamakan Kementerian Agama (Kemenag) kembali beredar di media sosial dengan tema beragam, mulai dari pernyataan pejabat hingga informasi rekrutmen aparatur sipil negara. Sejumlah unggahan tersebut memuat narasi yang dikaitkan dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar maupun lembaga Kemenag.
Salah satu hoaks yang beredar adalah unggahan di Facebook pada 1 Juli 2026 yang menampilkan foto Menteri Agama Nasaruddin Umar disertai narasi bahwa ia menjelaskan “korupsi yang dilakukan secara syariah dan prosedur yang tepat itu aman.” Unggahan itu juga disertai komentar bernada sindiran. Klaim tersebut kemudian menjadi perhatian setelah beredar sejak awal pekan.
Hoaks lain muncul dalam unggahan Facebook pada 6 Mei 2026. Postingan itu menampilkan foto Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan narasi yang mengklaim Kemenag “menegaskan pencabulan 50 santri di Pati bukan termasuk kejahatan agama melainkan nafsu manusiawi, itu wajar.” Unggahan tersebut turut mengajak warganet untuk memberikan respons di kolom komentar.
Selain itu, beredar pula klaim mengenai tautan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenag 2026. Informasi ini diunggah akun Facebook pada 1 Mei 2026 dengan narasi “Penerimaan CPNS Kementerian Agama RI Tahun 2026” dan ajakan mendaftar melalui “link resmi.” Pemilik akun mengarahkan warganet untuk mengakses tautan melalui bio profil. Saat tautan tersebut diklik, pengguna diarahkan ke halaman yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP hingga nomor Telegram.
Rangkaian unggahan ini menunjukkan hoaks terkait Kemenag dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk klaim pernyataan pejabat dan tautan yang mengatasnamakan proses pendaftaran. Warganet diimbau untuk lebih cermat menilai informasi yang beredar, terutama yang meminta data pribadi atau menampilkan kutipan yang mencatut nama lembaga maupun pejabat.