Program “Sibolga Pagi Ini” Pro1 RRI Sibolga, Jumat (23/1/2026), membahas risiko kesehatan akibat menghirup debu polusi saat berkendara di jalanan. Topik ini diangkat menyusul kondisi di Kota Sibolga yang disebut kerap mengalami paparan debu dan polusi di jalan.
Tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit swasta di Sibolga, Rika Diana, menjelaskan debu polusi mengandung partikel halus berbahaya yang dapat masuk ke saluran napas tanpa disadari. Menurutnya, paparan berulang dapat memicu iritasi tenggorokan, batuk kering, serta peradangan ringan pada jaringan paru yang berkembang perlahan dan dapat menjadi kronis.
Rika menambahkan, risiko asma kambuh dapat meningkat ketika partikel debu terus terhirup, terutama pada perjalanan jauh setiap pagi hari kerja. Ia juga menyebut bronkitis berpotensi muncul akibat peradangan saluran napas berkepanjangan yang dipicu paparan polusi kendaraan bermotor di kawasan perkotaan yang padat.
Selain itu, infeksi saluran pernapasan atas disebut kerap menyerang pengendara yang jarang menggunakan pelindung wajah saat melintas di jalan ramai. Debu halus juga dinilai dapat memperburuk alergi hidung dan memicu keluhan pada mata, seperti perih, kemerahan, dan gatal yang dapat berlangsung sepanjang hari kerja.
Dalam pembahasan tersebut, Rika menekankan pentingnya memakai masker standar ketika berkendara melewati kawasan berdebu dan padat kendaraan, terutama pada pagi hari. Pelindung pernapasan disebut dapat membantu menyaring partikel kecil sebelum masuk ke paru-paru dan mengurangi risiko gangguan kesehatan jangka panjang.
Ia juga menganjurkan pengendara membersihkan wajah dan hidung setelah perjalanan agar debu tidak menumpuk pada saluran napas bagian dalam. Konsumsi air putih yang cukup, menurutnya, dapat membantu melarutkan kotoran serta menjaga kelembapan jaringan pernapasan selama beraktivitas.
Rika menyarankan agar masyarakat memeriksakan kesehatan bila mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan setelah sering terpapar polusi jalanan. Pemeriksaan dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi serius, termasuk pneumonia dan penurunan fungsi paru yang berkembang bertahap.
Di akhir perbincangan, ia mengimbau pengendara memilih rute yang lebih bersih untuk mengurangi paparan debu dan asap kendaraan. Langkah sederhana ini disebut dapat membantu menjaga kesehatan pernapasan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya.

