Danantara Asset Management (DAM) menyoroti transformasi bisnis kelapa sawit yang dijalankan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, sub holding PTPN III (Persero), sebagai fondasi penting untuk memperkuat kemandirian pangan dan energi, sekaligus menopang kedaulatan ekonomi Indonesia.
Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hantoro, menekankan modernisasi sektor perkebunan tidak boleh berhenti pada tataran perencanaan. Menurutnya, Danantara memandang konsistensi dan keberanian dalam mengeksekusi perubahan secara menyeluruh—dari hulu hingga hilir—sebagai kunci agar transformasi memberi dampak nyata.
“Hal ini esensial untuk mendukung kemandirian pangan dan energi, sekaligus memperkokoh kedaulatan ekonomi Indonesia,” kata Setyanto saat mengunjungi PTPN IV Regional III di Riau, salah satu unit operasional PTPN IV PalmCo, Minggu (25/1/2026).
Managing Director Risk Management Danantara, Riko Banardi, menyatakan kunjungan kerja tersebut menjadi kesempatan bagi Danantara untuk mempelajari lebih dalam aspek teknis bisnis kelapa sawit terintegrasi yang diterapkan PalmCo. Pemahaman itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas kolaborasi antara Danantara sebagai pemegang saham dan PalmCo ke depan.
Riko mengaku terkesan dengan pendekatan PalmCo. Ia menilai PalmCo memiliki “bottomline” yang jelas dengan dampak dan output yang terukur. Ia juga mengapresiasi kemampuan Direktur Utama PalmCo, Jatmiko, dalam menyeimbangkan digitalisasi, mekanisasi, dan peran sumber daya manusia.
Saat ini, PalmCo mengelola lebih dari 600.000 hektare perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, manajemen Danantara meninjau langsung rantai bisnis terintegrasi yang dikembangkan PalmCo, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatan limbah sebagai sumber energi baru terbarukan.
Rangkaian peninjauan diawali dari sentra pembibitan Kebun Sei Pagar, salah satu dari tujuh sentra pembibitan sawit unggul bersertifikat di Riau. Fasilitas ini disebut menjadi tulang punggung program peremajaan sawit rakyat yang berjalan sejak 2021.
Hingga saat ini, sekitar 2,56 juta bibit sawit unggul telah didistribusikan kepada lebih dari 8.900 petani. Program tersebut ditujukan untuk mempersempit kesenjangan produktivitas antara kebun rakyat dan perkebunan perusahaan, yang selama ini menjadi tantangan struktural dalam industri kelapa sawit nasional.
Dalam proses pembibitan, PalmCo mengintegrasikan teknologi dan mekanisasi, antara lain melalui sistem irigasi sprinkle, penggunaan drone sprayer, serta pengembangan penangkaran serangga penyerbuk elaeidobius.

