Hoaks penipuan dengan modus pembagian dana bantuan terus bermunculan dalam berbagai bentuk, salah satunya melalui video. Konten semacam ini kerap beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan dengan narasi yang mengiming-imingi bantuan dan mengarahkan warganet untuk mengklik tautan atau menghubungi nomor tertentu.
Berikut beberapa contoh video hoaks terkait pembagian dana bantuan yang ditemukan beredar di media sosial.
1. Video mengatasnamakan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin soal pendaftaran dana pensiun 2026
Tim Cek Fakta menemukan sebuah postingan video yang menampilkan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin seolah-olah membuka pendaftaran bantuan dana pensiun 2026. Unggahan tersebut beredar sejak akhir pekan lalu dan salah satunya diunggah oleh sebuah akun Facebook.
Dalam narasinya, video itu menyebut adanya program bantuan finansial untuk pensiunan, disertai klaim kuota terbatas serta ajakan untuk segera mengklik tautan pendaftaran. Akun pengunggah juga menambahkan keterangan “PROGRAM BANTUAN DANA PENSIUN 2026 RESMI DI BUKA!!” dan mengajak pensiunan segera mendaftar serta melengkapi persyaratan.
2. Video mengatasnamakan Sandiaga Uno soal bantuan langsung tunai, modal usaha, dan sembako
Tim Cek Fakta juga mendapati klaim video yang menampilkan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno seolah membagikan bantuan langsung tunai, modal usaha, dan sembako. Informasi tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 21 Juni 2026.
Unggahan itu memuat narasi bahwa pembagian bantuan berjalan baik dan tidak hanya berlaku di Pulau Jawa. Dalam narasi tersebut terdapat ajakan untuk menghubungi melalui WhatsApp untuk menerima bantuan, disertai klaim bahwa informasi itu “ril bukan hoaks” dan meminta warganet membuktikannya. Postingan juga memuat caption “Jalin tautan dengan Sandiaga Salahuddin uno” serta menampilkan menu kirim pesan.
3. Video mengatasnamakan Wapres Gibran soal bantuan dana cukup dengan komentar di Facebook
Contoh lainnya adalah postingan video yang mengatasnamakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam unggahan yang beredar sejak awal bulan ini, sebuah akun Facebook memposting video tersebut pada 8 Juni 2026.
Narasi dalam video mengklaim bantuan dana bisa “langsung cair” hanya dengan melakukan like, share, dan menuliskan komentar asal kota. Klaim itu menyasar berbagai kebutuhan, seperti biaya sekolah, kuliah, bayar utang, hingga modal usaha. Akun pengunggah menambahkan keterangan singkat “bagi yang membutuhkan”.
Hoaks bermodus pembagian bantuan umumnya memanfaatkan figur publik dan mengarahkan pengguna untuk melakukan tindakan tertentu seperti mengklik tautan, mengirim pesan, atau memberikan data. Warganet diimbau berhati-hati dan memeriksa kebenaran informasi sebelum mengikuti arahan dalam konten yang beredar.