JAKARTA – Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menyatakan optimistis terhadap prospek pertumbuhan pasar kelapa sawit global. Optimisme tersebut disampaikan Deputy Secretary General CPOPC, Musdhalifah Machmud, dalam dialog di program Squawk Box CNBC Indonesia, Jumat, 23 Januari 2026.
Musdhalifah menegaskan produsen kelapa sawit di Indonesia berkomitmen mendukung program pemerintah, termasuk kebijakan hilirisasi melalui pengembangan biodiesel B50 yang ditargetkan terealisasi pada 2026. Menurutnya, peningkatan produksi crude palm oil (CPO) dunia, termasuk dari Indonesia, menjadi salah satu dasar keyakinan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Musdhalifah memastikan program biodiesel B50 tidak akan mengganggu volume ekspor kelapa sawit Indonesia. Ia menyebut produksi CPO akan terus didorong melalui program ekstensifikasi dan intensifikasi agar dapat memenuhi kebutuhan pasar ekspor sekaligus kebutuhan dalam negeri.
Selain biodiesel, Musdhalifah juga menyinggung arah hilirisasi sawit yang mencakup pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair pabrik kelapa sawit. Pemanfaatan POME disebut bertujuan mendorong konsep zero waste dalam industri sawit.
Inisiatif pemanfaatan POME itu diharapkan dapat membuka pasar baru, menambah nilai ekonomi dari produk sampingan, serta mendukung keberlanjutan lingkungan. CPOPC menilai penguatan hilirisasi menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan industri kelapa sawit nasional.

