Sebuah unggahan di Facebook pada 21 Juni 2026 menampilkan video mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang diklaim sedang membagikan bantuan langsung tunai (BLT), modal usaha, dan sembako. Unggahan itu juga mengajak warganet untuk menghubungi nomor WhatsApp agar dapat menerima bantuan, disertai tombol “kirim pesan”.
Dalam narasi unggahan, pengunggah menyebut pembagian bantuan berjalan baik, tidak hanya berlaku di Pulau Jawa, serta meminta masyarakat yang membutuhkan untuk segera menghubungi WhatsApp. Unggahan tersebut juga mencantumkan keterangan “Jalin tautan dengan Sandiaga Salahuddin uno”.
Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut tidak sesuai dengan konteks video aslinya. Video yang beredar identik dengan unggahan Sandiaga Uno di akun Instagram pribadinya, @sandiuno, pada 2 April 2026. Dalam unggahan asli itu, Sandiaga membahas langkah pemerintah terkait kebijakan bekerja dari rumah (WFH) satu hari bagi aparatur sipil negara (ASN), bukan mengenai pembagian BLT, modal usaha, atau sembako.
Dalam pernyataannya, Sandiaga menekankan kebijakan WFH perlu disikapi dengan bijak karena tiap sektor memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda. Ia juga menyebut pentingnya setiap langkah yang diambil tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu agar tetap menjaga aktivitas ekonomi, mendukung UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Penelusuran juga dilakukan menggunakan perangkat pendeteksi AI melalui situs Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan audio pada video klaim terindikasi 99 persen dihasilkan oleh AI, sementara video mengandung indikasi deepfake sebesar 0,4 persen.
Dengan demikian, video yang diklaim menampilkan Sandiaga Uno membagikan BLT, modal usaha, dan sembako merupakan hoaks. Video tersebut merupakan cuplikan dari konteks berbeda dan disertai audio yang terindikasi kuat dibuat menggunakan teknologi AI.