Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim Sjafrie Sjamsoeddin membuka pendaftaran program dana pensiun 2026. Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak didukung informasi resmi dan video yang digunakan terindikasi tidak autentik.
Dalam penelusuran, tim Cek Fakta Liputan6.com mengunjungi akun Instagram resmi milik Sjafrie Sjamsoeddin, @sjafrie.sjamsoeddin, serta akun Instagram Kementerian Pertahanan RI, @kemhanri. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan informasi terkait program dana pensiun 2026 sebagaimana yang disebutkan dalam video.
Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan memanfaatkan situs pendeteksi konten buatan kecerdasan buatan (AI), Hive Moderation. Berdasarkan hasil analisis, video dalam unggahan tersebut terdeteksi 84,3 persen merupakan buatan AI.
Selain itu, unggahan yang beredar juga disertai permintaan agar pengguna mengisi data pribadi melalui Facebook Messenger. Pola semacam ini disebut sebagai indikasi penipuan, termasuk potensi penyalahgunaan data pribadi hingga risiko diarahkan ke layanan pinjaman online ilegal.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap unggahan yang meminta data pribadi melalui pesan langsung, terutama jika klaimnya tidak ditemukan pada kanal resmi pihak terkait.