Cek Fakta: Klaim Ketua BEM SI Menolak PSI dan Jokowi di Daerah Disebut Hoaks

Cek Fakta: Klaim Ketua BEM SI Menolak PSI dan Jokowi di Daerah Disebut Hoaks

Sebuah unggahan di media sosial mengaitkan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam narasi yang beredar, Ketua BEM SI diklaim membuat pernyataan untuk menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing.

Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar atau hoaks. Unggahan itu beredar di sejumlah akun Facebook dalam bentuk tangkapan layar pemberitaan berjudul “Ketua BEM Seluruh Indonesia, Membuat Pernyataan Untuk Menolak Partai PSI Dan Jokowi Di Daerah Propinsi Masing Masing”, disertai foto mahasiswa berjas almamater yang membawa bendera.

Kompas.com melaporkan, penelusuran melalui Google Search tidak menemukan informasi valid yang mendukung klaim adanya pernyataan Ketua BEM SI untuk menolak PSI dan Jokowi di berbagai daerah.

Tim Cek Fakta juga menelusuri foto yang digunakan dalam unggahan tersebut dengan teknik reverse image search. Hasilnya, foto itu identik dengan gambar yang pernah dimuat SindoNews.

Artikel yang dimaksud terbit pada 13 April 2022 dengan judul “Soal Wacana Aksi Nasional 21 April, BEM SI Masih Tunggu Respons Wakil Rakyat”. Artikel itu memuat pernyataan mantan Koordinator BEM SI, Kaharuddin, yang menyebut Aliansi BEM SI belum menyatakan akan kembali menggelar aksi nasional pada 21 April 2022.

Pernyataan Kaharuddin disampaikan setelah demonstrasi BEM SI di depan Kompleks Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada 11 April 2022. Dalam aksi tersebut, BEM SI menyuarakan empat tuntutan, yakni mendesak wakil rakyat mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat, menjemput aspirasi rakyat, menolak amendemen serta penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode, dan menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang disebut belum terjawab saat itu.

Berdasarkan temuan tersebut, Kompas.com menyatakan unggahan yang mengklaim Ketua BEM SI membuat pernyataan menolak PSI dan Jokowi merupakan hoaks karena merekayasa judul artikel SindoNews. Hingga Senin (6/7/2026), tidak ditemukan informasi valid mengenai adanya pernyataan Ketua BEM SI yang menyerukan penolakan terhadap PSI dan Jokowi di daerah.