Ekonom Bustanul Arifin menilai industri kelapa sawit Indonesia perlu “naik kelas” agar memiliki daya saing yang lebih kuat. Menurutnya, upaya hilirisasi tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan sektor hulu yang kokoh.
Ia menekankan bahwa penguatan di sisi hulu menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan hilirisasi. Dengan hulu yang kuat, proses peningkatan nilai tambah melalui pengolahan lanjutan dapat berlangsung lebih berkelanjutan.
Pandangan tersebut menempatkan hilirisasi sebagai bagian dari strategi yang lebih luas, yakni membangun rantai pasok sawit dari hulu hingga hilir secara seimbang untuk mendorong peningkatan kualitas dan nilai ekonomi.

