Publik tengah menyoroti pernyataan Aurelie Moeremans terkait tren publik figur yang terjun ke dunia politik. Melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, Aurelie mengaku pernah mendapat tawaran untuk masuk politik pada 2016 dengan sejumlah iming-iming, mulai dari penghasilan besar hingga kemudahan dalam urusan pendidikan.
Dalam keterangannya, Aurelie menyebut pihak yang menawarkan menyampaikan gambaran gaji bulanan yang bisa mencapai angka tiga digit. “Aku dikasih tahu perbulannya bisa dapat segini nih, ratusan juta,” ujar Aurelie seperti dikutip dari akun TikTok @aureliebigenho.
Di sisi lain, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mencatat gaji seorang anggota DPR RI dapat mencapai sekitar Rp 230 juta per bulan atau sekitar Rp 2,8 miliar per tahun. Angka tersebut kerap menjadi salah satu alasan mengapa dunia politik dinilai menarik, termasuk bagi kalangan publik figur.
Aurelie juga menyinggung fenomena kuliah singkat yang disebutnya dapat ditempuh sebagian orang demi memenuhi syarat pendidikan untuk maju ke panggung politik. Ia mengungkap adanya tawaran jalur cepat untuk memperoleh gelar S1 tanpa harus melalui proses panjang seperti mahasiswa pada umumnya.
“Sebenarnya kalau kamu mau kuliah bisa kok diatur nanti, kamu langsung S2 aja nanti. Yang S1nya udahlah kamu ikutin arahan aku aja nanti kita bikin singkat aja nanti kamu fokus ke S2 aja biar keren,” kata Aurelie.
Selain soal gaji dan pendidikan, Aurelie turut menjelaskan gambaran tugas yang disebut partai kepada publik figur. Menurutnya, job desk yang disampaikan relatif sederhana, seperti mengikuti arahan, meramaikan acara, hingga disiapkan teks pidato apabila harus berbicara di depan publik.
“Tugas kamu gampang banget, kamu tinggal ikutin bapak. Terus ya bikin rame aja kalau ada acara dan kalau misalnya kamu harus ngomong sama warga nanti kita kasih tau kok,” ucapnya.
Pernyataan Aurelie kemudian ramai diperbincangkan warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengaku terkejut dan mengaitkannya dengan fenomena masuknya figur publik ke dunia politik dalam beberapa tahun terakhir.

