AS dan Vietnam Tegaskan Komitmen Hindari Manipulasi Mata Uang dan Perkuat Transparansi Kurs

AS dan Vietnam Tegaskan Komitmen Hindari Manipulasi Mata Uang dan Perkuat Transparansi Kurs

WASHINGTON — Amerika Serikat dan Vietnam menegaskan kembali komitmen untuk tidak melakukan manipulasi mata uang serta meningkatkan transparansi dalam kebijakan nilai tukar. Kesepakatan ini disampaikan dalam pernyataan bersama Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral Vietnam (State Bank of Vietnam/SBV) usai konsultasi tingkat tinggi.

Dalam pernyataan tersebut, kedua pihak menyatakan akan menjaga komunikasi yang erat dan menegaskan kewajiban berdasarkan aturan Dana Moneter Internasional (IMF), termasuk komitmen untuk tidak menggunakan kebijakan nilai tukar guna memperoleh keuntungan kompetitif dalam perdagangan.

Vietnam saat ini masih tercantum dalam daftar pemantauan (monitoring list) Departemen Keuangan AS terkait praktik mata uang. Sejumlah negara lain yang juga masuk daftar tersebut antara lain China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Jerman, Irlandia, Swiss, dan Thailand.

AS dan Vietnam turut mengakui bahwa intervensi di pasar valuta asing dapat dilakukan untuk meredam volatilitas, baik ketika mata uang menguat maupun melemah. Namun, intervensi tersebut ditegaskan harus ditujukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, bukan untuk menciptakan keunggulan dagang yang tidak adil.

Dalam kerangka peningkatan transparansi, SBV menyatakan akan mulai mempublikasikan data tahunan mengenai pembelian bersih valuta asing mulai 2027.