Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Pratikno mengatakan penanganan korban dilakukan secara maksimal, mulai dari proses pencarian dan identifikasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan perlindungan bagi pengungsi serta melakukan langkah pencegahan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.
“Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian,” kata Pratikno di Bandung Barat, Minggu (25/1).
Ia menjelaskan penanganan longsor dilakukan melalui lima kluster utama. Pertama, kluster pencarian dan pertolongan (SAR) yang dikoordinasikan Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, dan BNPB, serta melibatkan relawan.
Kedua, kluster kesehatan. Pos-pos kesehatan disebut beroperasi 24 jam, didukung ambulans serta mekanisme rujukan yang selalu siaga. Layanan trauma healing juga disediakan bagi para korban terdampak.
Ketiga, kluster logistik yang bertugas memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, mulai dari sembako, makanan siap saji, hingga perlengkapan penunjang seperti selimut dan kebutuhan lainnya.
Keempat, kluster perlindungan sosial yang didukung Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta BPBD Kabupaten Bandung Barat untuk membantu korban dan keluarga terdampak.
Kluster terakhir adalah infrastruktur yang berfokus pada pencegahan bencana lanjutan serta penyediaan fasilitas pendukung bagi warga terdampak.
Lebih lanjut, Pratikno menyampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah membahas bersama Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat mengenai rencana relokasi. Pembahasan itu mencakup percepatan identifikasi lahan yang dinilai aman untuk meminimalkan risiko bencana susulan.

