Puluhan warga yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Desa Beteleme Peduli Kelestarian menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor Camat Lembo, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Selasa (15/7/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap penanganan dan penyelesaian status lahan atau kintal di kawasan Talandaka, Desa Beteleme.
Dalam laporan aksi, massa yang hadir sekitar 50 orang. Mereka menyampaikan aspirasi secara tertib melalui orasi. Salah satu orator, Yan Paulus Mbaloto, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Desa Beteleme dan Pemerintah Kecamatan Lembo.
Dalam tuntutannya, massa mendesak Pemerintah Desa Beteleme yang saat ini berstatus nonaktif bersama Pemerintah Kecamatan Lembo untuk menjelaskan secara terbuka dan transparan proses peralihan hak atas tanah aset Desa Beteleme kepada pihak lain. Penjelasan tersebut diminta mengacu pada ketentuan Permendagri Nomor 3 Tahun 2024.
Selain itu, massa meminta agar setiap proses jual beli maupun tukar-menukar hak atas tanah antarwarga diselesaikan secara adil, bijaksana, dan tanpa intimidasi. Mereka juga menuntut agar hak kepemilikan tanah masyarakat Desa Beteleme yang memiliki riwayat turun-temurun dari leluhur dihormati dan dikembalikan sesuai ketentuan hukum serta norma adat yang berlaku.
Massa juga meminta pemerintah desa nonaktif maupun lembaga yang berwenang memberikan penjelasan mengenai konsep pembagian lahan perluasan desa yang masih berada di kawasan Talandaka kepada masyarakat. Hal ini dinilai penting mengingat dalam waktu dekat akan berlangsung pergantian kepemimpinan desa.
Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, massa mengamanatkan kepada DPRD agar segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelesaikan persoalan kawasan Talandaka yang hingga kini masih berstatus sebagai aset Desa Beteleme. Menurut massa, langkah itu diperlukan untuk mencegah potensi konflik internal masyarakat di masa mendatang.
Usai orasi, sejumlah perwakilan peserta aksi diterima pihak Pemerintah Kecamatan Lembo untuk berdialog dan melakukan negosiasi terkait tuntutan yang disampaikan. Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif.