Wapres Gibran Kerap Disasar Hoaks di Media Sosial, Ini Sejumlah Contohnya

Wapres Gibran Kerap Disasar Hoaks di Media Sosial, Ini Sejumlah Contohnya

Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu pejabat publik yang kerap menjadi sasaran hoaks di media sosial. Informasi menyesatkan itu muncul dalam beragam tema dan beredar melalui sejumlah unggahan, terutama di Facebook.

Sejumlah konten yang beredar menampilkan tangkapan layar artikel dari beberapa media, disertai narasi tambahan dari pengunggah. Berikut beberapa contoh hoaks yang ditemukan:

1. Klaim artikel yang menyebut Gibran mirip Nabi Yusuf

Salah satu hoaks yang beredar berupa unggahan tangkapan layar artikel yang diklaim berasal dari CNN Indonesia. Tangkapan layar itu menampilkan judul: “Habiburrahman: Sebut Wapres Gibran Mulai Muncul Kenabiannya Mirip Nabi Yusuf AS Ganteng”.

Unggahan tersebut disebut beredar sejak pekan lalu dan salah satunya diposting sebuah akun Facebook pada 28 Januari 2026. Pengunggah juga menambahkan narasi bernada hinaan.

2. Klaim artikel Jokowi menyebut Gibran-Kaesang akan jadi Presiden-Wapres 2029

Hoaks lain menampilkan tangkapan layar artikel yang diklaim memuat pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai kemungkinan Gibran dan Kaesang menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada 2029.

Tangkapan layar itu menampilkan judul dari Gelora News: “Joko Widodo: Kemungkinan Gibran-Kaesang Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2029 Insya Allah kalau saya Masih Hidup, Ini wasiat Rakyat Harus Saya Perjuangkan”.

Unggahan tersebut disebut beredar sejak pekan lalu dan salah satunya diposting akun Facebook pada 17 Januari 2025, disertai narasi tambahan bernada makian.

3. Klaim artikel Gibran mengaku juara umum dan lulus satu tahun saat kuliah di Sydney

Konten berikutnya yang beredar di media sosial menampilkan cuplikan layar artikel yang diklaim berasal dari Gelora. Judul yang ditampilkan yakni: “Gibran: Saya Kuliah Di Sydney Juara Umum Satu Tahun Langsung Lulus, Sekolah SMA Saya Ketua OSIS Sama Seperti Bapak Saya Ketua OSIS”.

Unggahan ini disebut beredar sejak pertengahan pekan dan salah satunya diposting sebuah akun Facebook pada 12 November 2025. Pengunggah menambahkan narasi yang mempertanyakan klaim tersebut.

Berbagai unggahan tersebut menjadi contoh bagaimana hoaks dapat menyasar pejabat publik dengan memanfaatkan tangkapan layar artikel dan narasi tambahan yang memancing reaksi. Masyarakat diimbau untuk memeriksa kembali informasi yang beredar di media sosial sebelum mempercayai atau menyebarkannya.