Wamendagri: Penataan Ruang Jadi Kunci Pengembangan Potensi dan Pendapatan Daerah Kepri

Wamendagri: Penataan Ruang Jadi Kunci Pengembangan Potensi dan Pendapatan Daerah Kepri

JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan penataan ruang yang baik menjadi faktor utama untuk mengembangkan berbagai potensi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Menurutnya, tata ruang yang terencana dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meminimalkan konflik lahan dan persoalan pembangunan di daerah.

Pernyataan itu disampaikan Bima Arya saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI yang membahas peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dalam menjalankan program prioritas nasional, serta sektor pertanahan dan tata ruang. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Kepri, Batam, Rabu (8/7).

Bima Arya mengatakan penataan ruang perlu dipastikan tetap terkendali dan dikelola bersama agar dapat menjadi sumber peningkatan pendapatan daerah. “Tentu tata ruangnya harus kita pastikan bisa terkendali, dan kita garap bersama-sama menjadi sumber pendapatan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kepri memiliki karakteristik wilayah yang didominasi perairan dengan luas daratan yang terbatas. Meski demikian, provinsi tersebut dinilai memiliki potensi besar di sektor manufaktur, perdagangan, kemaritiman, sumber daya alam, hingga pariwisata yang membutuhkan dukungan pemanfaatan ruang secara optimal.

Dalam kesempatan itu, Bima Arya juga menyoroti empat tantangan utama yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni degradasi lingkungan, kerentanan terhadap bencana, konflik tata ruang, serta tingginya arus perpindahan penduduk ke Batam. Ia menyebut Kemendagri bersama Komisi II DPR RI akan memastikan regulasi daerah selaras dengan kebutuhan pembangunan dan potensi yang dimiliki Kepri.

Selain aspek ekonomi, Bima Arya menyinggung kekayaan sejarah dan budaya Kepri, terutama Pulau Penyengat yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Melayu dan tempat lahirnya Raja Ali Haji. Ia mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi Kepri membangun museum bahasa di kawasan tersebut sebagai upaya memperkuat wisata sejarah.

Ia menambahkan, dukungan pengembangan potensi sejarah dan budaya akan dilakukan bersama kementerian terkait. “Kemendagri bersama ATR/BPN dan Kementerian Pariwisata akan bersama-sama mendukung pengembangan potensi sejarah dan budaya tersebut,” katanya.

Bima Arya juga mendorong pengembangan sport tourism di Kepri. Menurutnya, Batam memiliki peluang menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pendapatan asli daerah (PAD).

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Riau.