Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005 yang berlokasi di Jalan Sekumpul Ujung, Gang Hijrah Jaya, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Senin (01/06/2026).
Dalam peresmian tersebut, Habib Idrus menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Banjar untuk memperkuat komitmen pengelolaan dapur yang bersih, aman, dan berkelanjutan guna mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.
Ia meminta seluruh pengelola dan petugas dapur menjaga standar kebersihan, mulai dari higienitas lingkungan kerja, peralatan memasak, hingga kualitas makanan yang disajikan. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan sejak bahan baku masuk, proses memasak, penyajian, sampai kebersihan individu petugas, sesuai aturan yang berlaku.
Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, Habib Idrus juga menginstruksikan agar area produksi dapur dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Akses ke area produksi dibatasi hanya untuk pengawas dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta perwakilan komite orang tua siswa. Ia menekankan bahwa transparansi menjadi kunci kepercayaan masyarakat.
Selain itu, kepala dapur SPPG Sekumpul 005 diminta menjalin koordinasi langsung dengan puskesmas terdekat agar setiap keluhan yang muncul setelah anak menerima makanan dapat segera ditangani. Habib Idrus menyatakan, apabila terjadi insiden keracunan atau kelalaian serius yang memicu keresahan publik, program akan dievaluasi dan dapat dihentikan sementara.
Habib Idrus juga meminta pengelola dapur bersama Yayasan Albasia Graha menyusun rencana keberlanjutan program. Rencana tersebut mencakup pemanfaatan bahan baku lokal, pelatihan rutin bagi petugas, pengawasan kebersihan dan kesehatan secara berkala, serta distribusi makanan yang tepat waktu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea menambahkan, dengan beroperasinya dapur ini, jumlah SPPG aktif di Kabupaten Banjar mencapai 39 unit yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional. Ia berharap SPPG Sekumpul 005 tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat dan percepatan penurunan stunting, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Berdasarkan hasil peninjauan awal, fasilitas dapur dinilai telah memenuhi standar kebersihan dan dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).