Sebuah video yang menampilkan adegan serangan rudal di sebuah pangkalan militer beredar di media sosial dan diklaim sebagai serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS). Unggahan tersebut tersebar di sejumlah akun, termasuk di Instagram dan Facebook.
Salah satu narasi yang menyertai video itu menyebut rekaman berasal dari Kuaishou, aplikasi media sosial asal Tiongkok, dan mengklaim informasi tersebut disampaikan saat pangkalan militer AS diserang rudal Iran. Narasi itu juga menyinggung soal jurnalis Tiongkok yang disebut gigih mempertahankan visualisasi liputan dan resisten terhadap tekanan larangan publikasi.
Namun, hasil pemeriksaan Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video tersebut bukan rekaman asli, melainkan konten manipulatif. Dalam penelusuran, ditemukan kejanggalan pada detail video, salah satunya pada momen ketika seorang tentara menabrak pagar beton hingga pagar itu tampak bergeser. Secara umum, pagar beton tidak lazim bergeser hanya karena tersenggol atau tertabrak seseorang.
Selain mengamati kejanggalan visual, pemeriksaan juga dilakukan menggunakan alat pendeteksi yang mengukur probabilitas campur tangan kecerdasan buatan (AI) dalam suatu konten. Hasil analisis menunjukkan video tersebut terdeteksi sebagai konten generatif AI dengan probabilitas 83 persen.
Dengan temuan tersebut, klaim bahwa video yang beredar merupakan rekaman serangan rudal Iran di pangkalan militer AS dinyatakan tidak benar. Video itu merupakan konten manipulatif yang menunjukkan ciri khas hasil generasi AI.

