Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat nirawak (drone) melintas di langit sebelum menghantam sebuah gedung dan memicu ledakan. Video itu diklaim sebagai dokumentasi serangan drone Iran di Bahrain pada awal Maret 2026.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa klaim tersebut keliru. Rekaman yang beredar merupakan video dari peristiwa lain dan dibagikan dengan konteks yang salah.
Video tersebut antara lain diunggah oleh sejumlah akun Facebook dengan narasi yang menyebut drone Shahed 136 Iran menargetkan gedung bertingkat di Bahrain, yang disebut menjadi lokasi keberadaan perwira Amerika Serikat.
Dalam penelusurannya, Kompas.com mencatat bahwa Iran memang melakukan serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat yang berdampak pada sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk pangkalan AS di Manama, Bahrain. Meski demikian, video yang beredar ternyata sudah ada di internet sebelum perang Israel-Iran pada awal Maret 2026.
Rekaman serupa ditemukan di akun Instagram @olegkiev7 yang diunggah pada 10 Januari 2026. Keterangan berbahasa Ukraina pada unggahan itu menyebutkan sebuah gedung di kawasan Poznyaki, Kyiv, diserang pada malam hari oleh Rusia.
Kompas.com juga mengutip laporan Reuters yang menyatakan drone Rusia menyerang Kyiv pada Jumat, 9 Januari 2026 dini hari waktu setempat. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan empat orang. Dua gedung apartemen di tepi timur Sungai Dnipro turut terkena serangan dan mengalami kerusakan parah.
Dengan demikian, video yang diklaim sebagai serangan drone Iran di Bahrain merupakan rekaman serangan drone Rusia di Kyiv pada 9 Januari 2026. Peristiwa dalam video bukan serangan di Bahrain.

