Langkah rebranding PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menjadi AZKO, setelah sebelumnya dikenal sebagai Ace Hardware Indonesia, dinilai belum menunjukkan hasil yang positif. Sejumlah indikator kinerja perusahaan tercatat melemah sejak ACES resmi berpisah dari waralaba global Ace Hardware pada 2024.
Analis Buana Capital Sekuritas Dennis Tay mencatat, berdasarkan laporan kinerja kuartal I/2025, ACES membukukan penurunan laba usaha (EBIT) sebesar 28% secara tahunan. Pada periode yang sama, laba bersih juga turun 31% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi penjualan, kinerja tahunan masih mencatat pertumbuhan 7,2%. Namun secara kuartalan, penjualan turun 9,3% dibandingkan kuartal sebelumnya. Laba bersih pada kuartal I/2025 tercatat Rp142 miliar, atau sekitar 16% dari target laba sepanjang 2025, yang mengindikasikan realisasi awal tahun yang lemah.
Tekanan paling terlihat datang dari indikator Same Store Sales Growth (SSSG). Pada April 2025, ACES mencatat SSSG negatif sebesar -14,1%. Kondisi tersebut turut menekan kinerja kumulatif empat bulan pertama 2025 menjadi -2,3%, berbalik dari pertumbuhan positif 6,8% pada periode yang sama tahun lalu.

