Setahun Kepemimpinan Bambang–Syirajuddin di Dompu: Pengamat Soroti Minim Terobosan dan Tantangan Polarisasi

Setahun Kepemimpinan Bambang–Syirajuddin di Dompu: Pengamat Soroti Minim Terobosan dan Tantangan Polarisasi

Pasangan Bambang Firdaus, SE dan Syirajuddin, SH genap setahun memimpin Kabupaten Dompu sebagai bupati dan wakil bupati sejak dilantik pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Memasuki tahun pertama pemerintahan, sejumlah program yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebagai implementasi janji politik Pilkada disebut masih belum banyak terealisasi.

Pengamat politik dan pemerintahan sekaligus Sekretaris Umum KAHMI Kabupaten Dompu, Suherman, menilai satu tahun pertama ini perlu dijadikan momentum refleksi dan evaluasi bersama. Ia menyebut pemerintahan Bambang–Syirajuddin masih memiliki waktu untuk memperbaiki dan memperkuat kinerja.

Menurut Suherman, pada tahun pertama belum tampak program atau terobosan yang bersifat fundamental bagi kemajuan Dompu. Ia menilai pemerintah daerah masih disibukkan agenda rutinitas administratif dan operasional, sementara langkah strategis yang berdampak luas bagi masyarakat belum terlihat signifikan.

Suherman juga menyoroti sejumlah faktor yang dinilai memengaruhi kinerja, mulai dari masih tingginya polarisasi kelompok di tengah masyarakat pasca perbedaan pilihan politik, tata kelola birokrasi yang belum berjalan baik, keterbatasan fiskal, hingga paradigma aparatur yang dinilai terlalu nyaman berada di zona aman.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah membangun tata kelola pemerintahan yang lebih substantif, dengan birokrasi berorientasi pelayanan, transparan, akuntabel, dan inovatif. Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), menurutnya, tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi perlu direalisasikan untuk menghadirkan keamanan dan investasi. Ia juga mendorong penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat serta peningkatan partisipasi publik dalam pembangunan dan pengambilan kebijakan.

Penilaian serupa disampaikan akademisi Dompu, Ilyas, M.Pd. Ia menilai masih terdapat pengkotak-kotakan di birokrasi sebagai imbas Pilkada, sehingga kinerja pemerintahan belum maksimal. Ilyas mengingatkan bahwa dinamika politik Pilkada seharusnya selesai setelah pasangan Bambang–Syirajuddin resmi menjabat sebagai kepala daerah.

Ilyas juga menyoroti tantangan besar Dompu terkait tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi dan membutuhkan terobosan untuk menurunkannya. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi publik pemerintah daerah agar masyarakat tidak menafsirkan sendiri informasi tanpa kehadiran narasi resmi dari pemerintah.

Dalam Pilkada, Bambang Firdaus dan Syirajuddin mengusung visi “Mewujudkan Kabupaten Dompu yang Maju, Sejahtera, Religius, Berkeadilan dan Berbudaya di tahun 2030”. Sejumlah program unggulan yang dijanjikan antara lain reformasi birokrasi; bibit jagung murah melalui subsidi Rp15 miliar per tahun; advokasi untuk eskalasi harga jagung; asuransi usaha tani dan asuransi nelayan; pakaian gratis bagi anak sekolah; BPJS Kesehatan gratis; kenaikan TPP ASN; penambahan ADD dan dana kelurahan; dana insentif desa; beasiswa kedokteran bagi anak yatim piatu penghafal Al Quran; program magrib mengaji; keterbukaan informasi publik; serta pelayanan administrasi kependudukan yang mudah dan gratis.