Universitas Teuku Umar Raih Penghargaan IKU 3 Kemendikbudristek Tahun 2024

Universitas Teuku Umar Raih Penghargaan IKU 3 Kemendikbudristek Tahun 2024

Universitas Teuku Umar (UTU) memperoleh penghargaan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2024 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penghargaan tersebut disalurkan dalam bentuk insentif menggunakan anggaran tahun 2024 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek), berdasarkan penilaian kinerja tahun 2023.

Penghargaan itu mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Nomor 110/E/KPT/2024 tentang Penghargaan Capaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Tahun 2023. Dalam keputusan tersebut, UTU meraih penghargaan keunggulan IKU 3, yakni indikator “Dosen Berkegiatan di Luar Kampus”.

UTU juga meraih capaian terbaik pertama nasional pada liga IKU 3 untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (PTN Satker). Penghargaan diterima Rektor UTU Prof Dr Ishak Hasan, M.Si dan diserahkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Tjitjik Srie Tjahjandarie di Grand Ballroom Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Jumat (19/7) malam.

Prof Ishak menyampaikan IKU penting untuk mengevaluasi kinerja perguruan tinggi sekaligus mengukur kemajuan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Menurutnya, sistem pengukuran tersebut dapat membantu perguruan tinggi melakukan perbaikan ke depan dalam berbagai bidang, termasuk akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengelolaan keuangan, guna mendorong kebijakan strategis dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menambahkan, capaian UTU merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pimpinan dan sivitas akademika. UTU, kata dia, meraih dana insentif sebesar Rp2,8 miliar dalam pencapaian IKU Liga PTN Satker, serta memperoleh insentif Rp500 juta sebagai juara pertama IKU 3 untuk kategori PTN Satker.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Ishak juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung UTU, termasuk civitas akademika dan para pemangku kepentingan terkait.

IKU 3 merupakan alat ukur untuk menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan keberhasilan mendorong dosen berkegiatan di luar kampus. Aktivitas tersebut mencakup, antara lain, pengalaman di industri serta mengajar di kampus lain.

Secara keseluruhan, terdapat delapan indikator kinerja utama sebagaimana tercantum dalam Keputusan Mendikbud Nomor 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri dan LLDIKTI. Delapan indikator itu meliputi: (1) lulusan mendapat pekerjaan yang layak; (2) mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus; (3) dosen berkegiatan di luar kampus; (4) praktisi mengajar di dalam kampus; (5) hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat; (6) program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia; (7) kelas yang kolaboratif dan partisipatif; serta (8) program studi berstandar internasional.

Indikator-indikator tersebut menjadi standar penilaian untuk menentukan perguruan tinggi yang berpeluang memperoleh persentase BOPTN lebih besar dibanding perguruan tinggi yang belum mencapai IKU.