Universitas Brawijaya Gandeng UNESCO Perkuat Literasi Kewarganegaraan untuk Pelestarian Air

Universitas Brawijaya Gandeng UNESCO Perkuat Literasi Kewarganegaraan untuk Pelestarian Air

Universitas Brawijaya (UB) menjalin kolaborasi dengan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memperkuat civic literacy atau literasi kewarganegaraan yang berfokus pada pelestarian sumber daya air (SDA). Kolaborasi ini digagas sebagai respons atas tantangan keberlanjutan mata air, terutama di wilayah Malang Raya, Jawa Timur.

Melalui penguatan literasi tersebut, UB mendorong peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi, dengan menempatkan upaya menjaga air sebagai bagian dari tanggung jawab kewarganegaraan. Pelestarian sumber daya air juga direncanakan terintegrasi secara mendalam dalam kurikulum pendidikan sebagai wujud konsep kampus berdampak.

Kerja sama UB dan UNESCO ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Air Sedunia 2026 yang diusung UB, dengan tema Sustainable Ecohydrological Approach for Coastal Resources Management.

Perwakilan UNESCO Regional Office Jakarta, Engin Koncagul, menyampaikan apresiasi atas peran aktif UB. Ia menyoroti kontribusi UB dalam menerjemahkan World Water Development Report, laporan PBB mengenai perkembangan air dunia.

Laporan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam pengelolaan air yang berkelanjutan, termasuk perempuan dan pemuda. UNESCO juga menilai Indonesia sebagai role model dalam pengelolaan sumber daya air global.

Melalui keterlibatan akademisi seperti UB, UNESCO berharap upaya pengelolaan air berkelanjutan dapat mendorong standar hidup masyarakat yang lebih baik, terutama melalui ketersediaan akses air yang terjamin di masa depan.