Uni Eropa Dukung Pengembangan Energi Terbarukan di Vietnam Lewat Penguatan SDM dan Kebijakan

Uni Eropa Dukung Pengembangan Energi Terbarukan di Vietnam Lewat Penguatan SDM dan Kebijakan

Uni Eropa (UE) mendukung upaya Vietnam mempercepat pengembangan energi terbarukan melalui bantuan teknis, penguatan kapasitas lokal, serta kerja sama strategis di bidang kebijakan dan pembiayaan. Salah satu contoh implementasi dukungan tersebut adalah proyek pembangkit listrik tenaga angin Tra Vinh V1-1 yang beroperasi sejak 2021.

Proyek Tra Vinh V1-1 disebut menyumbang sekitar 181 juta kW listrik bersih ke jaringan listrik nasional setiap tahun. Selain kontribusi energi, proyek ini juga menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal dan mendorong lahirnya generasi baru teknisi energi.

Menurut uraian program kerja sama yang berjalan, pengembangan keterampilan dan pembangunan kapasitas lokal menjadi fokus utama bantuan teknis UE di sektor energi Vietnam. Pendekatan yang digunakan bersifat multi-tingkat, mencakup dukungan kebijakan, penguatan kelembagaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Sejumlah daerah seperti Tra Vinh, Can Tho, dan Ninh Thuan (sebelumnya) menjadi contoh wilayah yang mendapat dukungan untuk membangun tenaga kerja yang mampu beradaptasi dalam proses transisi energi.

Selain dukungan teknis di lokasi, UE juga menjalankan program kerja sama strategis untuk membantu membentuk fondasi transisi energi Vietnam. Dukungan tersebut mencakup penyempurnaan kebijakan, pembangunan kapasitas kelembagaan, pengembangan infrastruktur, hingga upaya penarikan investasi.

Melalui program seperti Program Transisi Energi Berkelanjutan Vietnam-UE (SETP) dan Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP), UE mendukung Vietnam dari sisi keuangan, teknis, dan kebijakan. Sebagian besar sumber daya untuk program-program ini dimobilisasi dari Strategi Global Gateway, inisiatif utama UE untuk mendukung negara mitra mengembangkan infrastruktur hijau dan berkelanjutan.

Dalam kerangka tersebut, sejumlah proyek disebut tengah diimplementasikan dengan partisipasi UE dan lembaga keuangan Eropa, antara lain pembangkit listrik tenaga air pompa Bac Ai (sebelumnya di provinsi Ninh Thuan), sistem tenaga surya atap di Can Tho, serta peningkatan pembangkit listrik tenaga air Tri An dan Ialy. Proyek-proyek ini diposisikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan integrasi energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendorong penghijauan sistem tenaga listrik nasional secara bertahap.

Kerja sama ini juga menggambarkan bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi, melainkan proses pembentukan ulang sistem dengan manusia sebagai pusatnya, serta dukungan berkelanjutan dari mitra internasional. Dalam semangat “Terhubung, Aktifkan Perubahan,” kemitraan UE disebut terus memperluas ruang dialog, kerja sama, dan inovasi untuk membangun ekosistem energi berkelanjutan.

Global Gateway sendiri merupakan inisiatif UE untuk menciptakan koneksi yang berkelanjutan dan aman, dengan manfaat nyata bagi manusia dan lingkungan. Strategi ini dijalankan melalui pendekatan “Tim Eropa” yang menghubungkan UE, negara-negara anggotanya, dan lembaga keuangan pembangunan Eropa, dengan tujuan memobilisasi hingga €300 miliar untuk investasi publik dan swasta pada periode 2021–2027.